Senin, 18 Mei 2026

Mengapa Negara Barat Boleh Miliki Senjata Nuklir? Rahasia Bom Atom AS Bocor Diikuti Negara Lain

Negara Barat memiliki senjata nuklir dan mengatur siapa saja yang dapat memiliki senjata itu, kenapa negara lainnya tidak?

Tayang:
Editor: fitriadi
YOMIURI SHIMBUN/Koki Kataoka via Reuters
Dongfeng-41 atau DF-41 muncul saat parade militer HUT ke-70 China Selasa (1/10/2019). DF-41 disebut bisa menjangkau AS hanya dalam 30 menit, dan mendapat julukan sebagai senjata hari kiamat. 

BANGKAPOS.COM - Negara Barat memiliki senjata nuklir dan mengatur siapa saja yang dapat memiliki senjata itu, kenapa negara lainnya tidak?

Ternyata begini sejarah awal kepemilikan senjata pemusnah massal itu.

Semenjak menang di Perang Dunia I dan II, banyak negara Barat yang berusaha untuk menegakkan perdamaian.

Mereka menjadi polisi dunia, mengatur negara mana yang boleh lakukan agresi militer atau perkembangan senjata.

Amerika Serikat (AS) menjadi negara yang menikmati kemewahan ini.

Baca juga: Rudal Nuklir Setan 2 Ini 2000 Kali Lebih Dasyat Dibanding Bom Atom Hiroshima, Negara Ini Pemiliknya

Baca juga: Perjanjian Nuklir Kerap Dikriritk Tidak Adil, Ini Alasan Indonesia Tidak Memiliki Senjata Nuklir

Baca juga: Tsar Bomba, Bom Nuklir Terbesar di Dunia Buatan Uni Soviet, Mengerikan Saat Diuji Coba

Kemenangan hebat di kedua perang dunia membuat AS kian pongah dan mulai ingin mendominasi dunia.

Termasuk di dalamnya mengatur berapa banyak jumlah senjata yang ada di dunia.

AS berharap mempertahankan monopoli terutama atas senjata nuklir.

Saat teknologi canggih itu baru lahir yaitu pada akhir Perang Dunia II, AS berharap hanya mereka yang memiliki senjata nuklir di dunia.

Ilustrasi senjata nuklir India. (Nationalinterest)
Ilustrasi senjata nuklir India. (Nationalinterest) 

Namun rahasia dan teknologi untuk membangun bom atom segera menyebar.

Pada tahun 1945, AS tunjukkan kepada dunia jika mereka memilki bom atom yang diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang.

Empat tahun berikutnya, Uni Soviet melakukan uji ledak nuklir pertama mereka.

Segera dengan cepat Inggris, Perancis dan China mengikuti berturut-turut pada tahun 1952, 1960 dan 1964.

AS mulai panik, dan mencari cara mencegah perluasan perkembangan senjata nuklir.

Akhirnya, AS dan negara-negara sekutunya mulai tawarkan kesepakatan Nonproliferasi nuklir pertama kalinya pada 1968 (NPT) serta Kerjasama Larangan Tes Nuklir Komprehensif (CTBT) tahun 1996, seperti dikutip dari Arms Control Association.

Sumber: Intisari
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved