Breaking News:

Advertorial

Dokter Hendra: Mobile Combat PCR Bantu Percepat Tes Covid-19

Dari waktu ke waktu jumlah pasien yang positif virus Covid-19 belum menunjukkan penurunan

Stefan Lopis (Diskominfo Bangka Barat)
Bupati Bangka Barat Markus didampingi Pj Sekda Hartono dan sejumlah pejabat teras di lingkungan Pemkab Bangka Barat melakukan pengguntingan pita tanda mulai beroperasinya mobile combat PCR di Babar, Senin (7/12). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dari waktu ke waktu jumlah pasien yang positif virus Covid-19 belum menunjukkan penurunan. Bahkan belakangan terjadi peningkatan luar biasa.

Di beberapa daerah, rumah sakit atau fasilitas kesehatan pun mulai kewalahan menampung pasien Covid-19.

Untuk mendeteksi lebih dini dan penanganan covid-19 lebih cepat, dibutuhkan fasilitas pendukung yang mudah diakses masyarakat, salah satunya mobile combat PCR Covid-19.

Plt Direktur RSUD Sejiran Setason Bangka Barat dr. Hendra menyambut gembira hadirnya satu unit mobile combat PCR Covid-19 di Bangka Barat yang juga menjadi satu-satunya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Menurut Jubir gugus tugas percepatan penanganan covid 19 Bangka Barat itu, keberadaan mobile PCR Lab ini sangat penting, karena bisa lebih cepat membantu mendeteksi pasien yang terpapar Covid-19, sehingga keputusan semakin cepat untuk melakukan isolasi atau merawat pasien yang terpapar virus dalam rangka memutus penyebaran Covid-19 di Bangka Barat.

Bupati Bangka Barat Markus menyaksikan secara langsung pengambilan sampel tes usap dari dalam mobile combat PCR.
Bupati Bangka Barat Markus menyaksikan secara langsung pengambilan sampel tes usap dari dalam mobile combat PCR. (Stefan Lopis (Diskominfo Bangka Barat))

"Mobile Lab PCR ini bisa mendeteksi hasil PCR swab hanya dengan waktu lebih kurang dua jam dari sejak pengambilan sampel untuk kita bisa mengetahui hasilnya. Ini sangat membantu kita," kata dokter Hendra di Muntok, Senin (7/12).

Dokter Hendra menjelaskan, satu unit mobile combat PCR yang memungkinkan swab dilakukan di tempat itu memiliki dua alat PCR ditambah alat pemrosesannya.

"Dari dua mesin itu satu kali running bisa 8 sampel, dikali dua mesin berarti ada 16 sampel. Jadi 2 jam sekali bisa running 16 sampel," terang Hendra.

Menyinggung terkait praktik 3T sebagai upaya memutus rantai sebaran Covid-19, dokter Hendra berpandangan keberadaan mobil PCR membantu pihaknya melakukan pemeriksaan dini (testing) selain pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment).

"Tracking sudah sering kita lakukan. Mobil combat PCR ini bergerak di testing artinya kalau kita ketemu dari yang testing maka kita tracing dengan segera hasilnya ketemu, sehingga bisa kita lakukan treatment supaya penanganan covid ini bisa segera dan tidak menyebar kemana mana," pungkasnya. (*)

Penulis: Iklan Bangkapos
Editor: khamelia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved