Virus Corona di Bangka Belitung
Pelayanan IGD Rawat Jalan dan Rawat Inap RSUD Depati Hamzah Tutup Sementara, Tenaga Kesehatan Diswab
Pelayanan IGD Rawat Jalan dan Rawat Inap RSUD Depati Hamzah Kota Pangkalpinang tutup sementara hingga waktu yang belum ditentukan.
Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: nurhayati
BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Pelayanan IGD Rawat Jalan dan Rawat Inap RSUD Depati Hamzah Kota Pangkalpinang tutup sementara hingga waktu yang belum ditentukan.
Direktur RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, dr Muhamad Fauzan mengatakan, hal ini disebabkan dengan akan dilakukannya sterilisasi dan skrining seluruh tenaga kesehatan di RSUD Depati Hamzah Kota Pangkalpinang.
"Berawal dari beberapa pasien yang masuk melalui triase IGD dan Poliklinik rawat jalan di RSUD, sesuai SOP kita lakukan pemeriksaan fisik dan perhitungan early warning score, dan pemeriksaan rapid test dengan hasil non reaktif akhirnya diputuskan untuk masuk ke ruang perawatan biasa," kata Fauzan kepada Bangkapos.com, Rabu (9/12/2020)
Lebih lanjut ia menyebutkan, setelah dilakukan observasi dalam beberapa hari secara klinis beberapa pasien ini mengarah ke Covid-19.
"Kemudian kita lakukan pemindahan dari ruang perawatan biasa ke ruang perawatan isolasi Covid-19, setelah itu kita lakukan swab dan beberapa pasien itu dengan hasil terkonfirmasi positif," bebernya
Lalu kata Fauzan, tracing dan skrining dilanjutkan pada seluruh tenaga kesehatan (nakes) yang kontak dengan beberapa pasien tersebut.
"Dari sampel pemeriksaan hasilnya 1 orang dokter dan 13 orang perawat dari 2 ruang perawatan terkonfirmasi positif dari hasil pemeriksaan TCM RSUD depati hamzah dan Labkesda Provinsi," ungkap Fauzan
Dia menuturkan, sekarang sedang dilaksanakan pemeriksaan swab kepada nakes yang kontak dengan nakes yang terkonfirmasi tersebut.
"Penutupan ini hanya sementara untuk dekontaminasi seluruh ruangan dan pemetaan kekuatan nakes yang dimiliki RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang," sebutnya
"Mohon dukungan dan doa untuk para Nakes, tetap patuhi protokol kesehatan dengan 3M yaitu Memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, dan kalo tidak ada keperluan mendesak sebaiknya di rumah saja," pesan Fauzan.
Baca juga: Angka Terkonfirmasi Covid-19 Meningkat, Gubernur Erzaldi Ambil Tindakan Perketat Disiplin Prokes

Baca juga: Update Kasus Covid-19 di Kota Pangkalpinang, Tambahan Lima Kasus Baru, Total Karantina 87 Orang
Lima Warga Positif Covid-19
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang dr Masagus M Hakim (MH) mengatakan, hingga hari ini Rabu (9/12/2020) kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kota Pangkalpinang bertambah, total kasus berjumlah 371 orang.
Ia menyebutkan, Selasan (8/12/2020) kemarin ada tambahan lima kasus baru positif covid-19 di Kota Pangkalpinang.
Lima orang tersebut atas nama, Tn. AP (49), Tn. RR (25), Tn. ZD (54), warga Kecamatan Gerunggang, Ny, US (38), warga Kecmatan Taman Sari, Ny. SA (64), warga Kecamatan Bukit Intan.
Kelimanya kasus konfirmasi positif covid-19 transmisi lokal yang tidak memiliki riwayat perjalanan dari luar daerah.
Serta ada tiga orang yang dinyatakan selesai pemantauan atau bebas covid-19, berdasarkan revisi5 Kemenkes RI, yang saat ini sudah kembali pulang ke rumah.
Kata Hakim, dengan bertambahnya enam orang kasus positif baru tersebut, totak saat ini yang sedang menjalani karantina berjumlah 87 orang.
"Total kasus menjadi 371 orang, yang dinyatakan selesai isolasi dan bebas Covid-19 sebanyak 280 orang, dalam isolasi atau perawatan 87 orang, dan meninggal dunia 4 orang," sebutnya.
Hakim menuturkan, pihaknya akan memetakan kembali bidang kesehatan dimana wilayah-wilayah yang masih lemah, hingga lebih meningkatkan kembali dibidang penegakan hukum.
"Solusi-solusi apabila terjadi peningkatan dan sosialisasi tentang 3M itu semakin gencar kita lakukan, itu yang paling ditekankan," kata Hakim kepada Bangkapos.com, Rabu (9/12/2020)
Menurutnya, untuk sementara orang atau pasien yang terpapar covid-19 di Kota Pangkalpinang masih dititipkan di BKPSDMD dan asrama haji gedung milik Provinsi Bangka Belitung.
"Kalau untuk masyarakat umum kita masih titipkan di BKPSDM dan Asrama Haji milik Provinsi, kita belum ada tempat karantina sendiri," ujar Hakim
Hakim menyebutkan, melihat lonjakan kasus beberapa minggu terakhir untuk orang berstatus tanpa gejala (OTG) diperbolehkan untuk mengisolasi diri secara mandiri di rumah.
"Kalau yang tidak memiliki gejala diperbolehkan untuk isolasi secara mandiri di rumah, tapi jalau yang memiliki gejala ringan kami minta untuk di karantina di BKPSDM atau rumah sakit sebab dapat dipantau langsung oleh petugas disana," jelasnya.
Buka Kembali Karantina LPMP
Sementara itu, pada Januari 2021 nanti pihaknya akan memikirkan untuk membuka karantina di LPMP kembali.
"Nanti Januari akan kita pikirkan lagi, kita akan buka pendaftaran relawan karena tempat karantina itu petugasnya ada relawan, dan kalau petugas puskesmas kita sudah tidak mampu kalau diminta untuk jadi relawan juga," ungkapnya
Sementara itu, untuk ruang atau kamar isolasi yang ada di rumah sakit di Kota Pangkalpinang juga belum ada penambahan kamar.
"Kalau rumah sakit mungkin belum, karena rumah sakit kita dua yang punya ruang isolasi dan saat ini yang dikarantina di rumah sakit itu orang yang benar-benar memiliki gejala dan perlu perawatan khsus," jelas Hakim.
( Bangkapos.com / Andini Dwi Hasanah )
(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)