Berita Bangka

Data Bawaslu Babel, Partisipasi Pemilih Pilkada Ulang Bangka 54,92 Persen, Pangkalpinang 48 Persen

Ketua Bawaslu Babel, EM Osykar menyebut, partisipasi pemilih dalam dua daerah tersebut masih sementara hingga seluruh tahapan selesai

Editor: Hendra
Istimewa/ dok Pribadi EM Osykar
Ketua Bawaslu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, EM Osykar.  

BANGKAPOS.COM, BANGKA — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Bangka Belitung merilis data sementara partisipasi pemilih dalam Pilkada Ulang 2025 Bangka dan Pangkalpinang.

Ketua Bawaslu Babel, EM Osykar menyebut, partisipasi pemilih dalam dua daerah tersebut masih sedang berproses hingga seluruh tahapan selesai.

Berdasarkan data sementara, partisipasi pemilih di Kabupaten Bangka tercatat 54,92 persen dari 99 persen dari data TPS Bangka yang sudah masuk. 

Sementara itu, Kota Pangkalpinang menunjukkan angka 48 persen dari 61,8 persen data TPS Kota Pangkalpinang yang sudah masuk.

 “Pilkada ulang ini memberi gambaran nyata bahwa partisipasi masyarakat masih menjadi bagian penting dalam pesta demokrasi, namun hal ini belum maksimal karena tergolong masih rendah. Ini harus menjadi catatan penting untuk kita semua agar proses demokrasi dapat lebih baik kedepan,” kata Osykar dalam keterangannya kepada Bangkapos.com, Kamis 28/8/2025).

Menurutnya, partisipasi masyarakat tidak sekadar angka statistik, tetapi juga mencerminkan kualitas demokrasi yang terbangun di daerah.

Partisipasi pemilih merupakan legitimasi hasil pemilu serta berpengaruh pada tingkat kepercayaan publik terhadap proses demokrasi itu sendiri.

Osykar menegaskan, Bawaslu mendorong semua pihak untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran politik masyarakat.

“Pemilu adalah momentum warga negara untuk menentukan arah pembangunan daerahnya. Satu suara memiliki arti besar dalam menentukan masa depan, sehingga partisipasi setiap orang sangatlah penting,” jelasnya.

Selain itu, Bawaslu juga berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap faktor-faktor yang memengaruhi tingkat partisipasi pemilih.

Mulai dari aspek teknis penyelenggaraan, aksesibilitas pemilih ke TPS, hingga peran aktif peserta pemilu dalam mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya.

“Partisipasi yang kuat adalah fondasi dari demokrasi yang bermartabat. Maka, edukasi politik dan sosialisasi kepadamasyarakat harus terus diperkuat. Harapannya, pada pemiluberikutnya tingkat partisipasi bisa meningkat, dan demokrasi di Bangka Belitung semakin berkualitas,” pungkasnya.

(Bangkapos.com/Rilis/Arya Bima Mahendra)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved