Minggu, 10 Mei 2026

Ilmuwan Sarankan Tak Makan Biji Apel, Kenapa?

Kebanyakan orang tidak mengkonsumsi apel dengan bijinya karena rasanya yang pahit.

Tayang:
Editor: suhendri
www.freepik.com
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM - Apel bisa menjadi opsi camilan sehat yang dikonsumsi sehari-hari.

Komponen menyehatkan seperti antioksidan, vitamin, dan serat tentu sangat baik untuk dikonsumsi secara rutin.

Kebanyakan orang tidak mengkonsumsi apel dengan bijinya karena rasanya yang pahit.

Namun, beberapa orang memakannya sesekali, tidak sengaja menelannya atau minum jus mengandung biji yang telah dilumatkan.

Tetapi, tahukah kamu bahwa biji apel ternyata bisa memunculkan racun yang mematikan?

Menurut Medical News Today, apel memiliki lima kantong biji, dengan jumlah biji yang bervariasi di setiap kantong.

Biji apel mengandung senyawa tanaman yang disebut amygdalin, yang dapat memiliki efek racun.

Amygdalin adalah bagian dari pertahanan kimiawi biji.

Tidak berbahaya jika biji tertelan ketika masih utuh.

Tetapi, jika biji dikunyah atau rusak, amygdalin akan terurai menjadi hidrogen sianida.

Hidrogen sianida sangat beracun dan bahkan mematikan dalam dosis tinggi.

Amygdalin ada dalam jumlah yang relatif tinggi pada buah-buahan dengan biji dalam keluarga Rosaceae, seperti apel, almond, aprikot, persik, dan ceri.

Sianida bekerja dengan mengganggu pasokan oksigen sel dan dalam dosis tinggi dapat menyebabkan kematian dalam beberapa menit.

Makan atau minum senyawa tanaman sianogen dapat menyebabkan keracunan sianida pada manusia.

Gejala ringan keracunan sianida dapat meliputi:

* Rasa gelisah.

* Sakit kepala.

* Pusing

* Kebingungan.

Keracunan akut dapat menyebabkan penurunan kesadaran, tekanan darah tinggi, kelumpuhan, koma, dan dalam beberapa kasus dapat berakibat fatal.

Namun, berapa banyak biji yang dianggap membahayakan?

Senyawa beracun dalam biji apel bisa menjadi mematikan bergantung pada pada berat badan seseorang, kemampuan toleransinya dan jenis apel.

Memakan sedikit biji apel tidak berbahaya.

Namun, makan atau minum biji yang dihancurkan dalam jumlah besar bisa berakibat fatal.

Berdasarkan ulasan tahun 2015, kandungan amygdalin dalam 1 gram biji apel berkisar antara 1-4 miligam, tergantung jenis apelnya.

Namun, jumlah sianida yang berasal dari biji jauh lebih rendah.

Dosis mematikan hidrogen sianida berkisar antara 50-300 miligram.

Biji apel berpotensi melepaskan 0,6 mg hidrogen sianida per gram.

Artinya, seseorang akan mengembangkan keracunan sianida akut jika memakan 83-500 biji apel.

Dengan kata lain, mengonsumsi biji apel bisa berakibat fatal atau setidaknya menyebabkan penyakit.

Namun, memakan biji dalam satu buah apel tidak akan menimbulkan masalah kesehatan.

Meski begitu, para ilmuwan merekomendasikan untuk tidak memakan biji apel dan membuangnya sebelum membuat jus apel karena kandungan amygdalinnya yang tinggi.

Menelan biji apel utuh mungkin tidak akan menimbulkan gejala apa pun.

Sebab, lapisan biji melindunginya dari enzim pencernaan dan biji dapat melewati sistem pencernaan tanpa rusak.

Meskipun demikian, membuang bijinya sebelum mengonsumsi apel atau memberikannya kepada anak-anak akan menjadi opsi yang lebih baik. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Hati-hati, Menelan Biji Apel Ternyata Bisa Berakibat Fatal

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved