Breaking News:

Mitos Hujan di Hari Jumat, Tanda Alam Jadi Petunjuk

Hujan merupakan hal yang biasa, fenomena alam. Namun hujan di malam atau HAri Jumat, punya makna tersendiri.

pixabay/Keli Black
Tak Banyak Orang Tahu, Inilah Mengapa Kita Dilarang Mencuci Piring Saat Badai Petir 

BANGKAPOS.COM -- Hujan merupakan hal yang biasa, fenomena alam. Namun hujan di malam atau HAri Jumat, punya makna tersendiri.

Misalnya, mitos di kalangan petani dan nelayan Pesisir Spermonde, bahwa hujan yang dimulai di hari Jumat, kerap lebih lebat, deras, dan lebih lama.

"Kalau hujan dimulai Jumat subuh, biasanya baru reda juga hari Jumat depan," kata Hasang (76), petani penggarap sawah di Desa Bonto Marannu, Kecamatan Lau, Maros Baru, Jumat (22/1/2016).

Hasang mulai menggarap sawah di kampung utara Maros itu, sejak Indonesia, masih dijajah Tentara Dai Nippon.

Selain menggarap sawah, Hasang juga menggarap tambak bandeng.

Secara turun temurun, dia mengandalkan pengalaman dan pengetahuan menggarap sawah dari leluhurnya.

Saat ditemui Tribun, pagi tadi, Hasang baru memulai menanam benih padi yang dia semaikan akhir Desember 2015 lalu.

Meski sudah berusia senja, Hasang masih terlihat kekar. Dia masih bisa menanam padi, menyemaikan, dan membantu anak dan cucunya.

Tanda-tanda alam, semisal gugusan bintang, arah angin, l rombongan semut yang mencari tempat kering dan lebih tinggi, ikan, katak yang mulai menyingkir dari pematang, atau anak capung yang beterbangan di dekat sawahnya, dia jadikan sebagai rujukan.

Hingga di usia senjanya, Hasang masih kerap memakai pengalaman turun temurun itu.

Halaman
123
Editor: Fery Laskari
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved