Berita Pangkalpinang
Di Masa Pandemi Covid-19, Omzet Penjual Pernak-pernik Menurun Drastis
Menjelang Perayaan Natal 2020, penjualan pernak-pernik di Kota Pangkalpinang terpantau berkurang atau menurun drastis dibanding tahun sebelumnya
Penulis: Sela Agustika |
BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Menjelang Perayaan Natal 2020, penjualan pernak-pernik di Kota Pangkalpinang terpantau berkurang atau menurun drastis dibanding tahun sebelumnya.
Seperti yang dirasakan oleh Acin, Pemilik Toko Partyshop Franky Boy di Jl Semabung Lama, Pangkalpinang atau Samping Hotel Griya Tirta. Acin sudah 10 tahun menjual berbagai perlengkapan pernak-penik natal, ulang tahun, dan lainnya.
Namun tahun ini katanya, penjualan pernak-pernik perlengkapan natal berkurang drastis dibandingkan tahun lalu. Bahkan ia mengaku omzet penjualan pernak-pernik natal tahun ini menurun hampir 70 persen.
"Tahun ini omzet menurun drastis dan pembeli sepi, hal ini dikarenakan pertama saat ini gereja tidak di hias seperti tahun-tahun kemarin dan tidak ada kegiatan kumpul-kumpul di gereja karena pandemi ini," kata Acin kepada Bangkapos.com, Jumat (18/12/2020).
Diakui Acin, di tahun sebelumnya menjelang natal ia sudah menjual kurang lebih 20 pohon natal kecil dan besar, namun saat ini penjualan pohon natal di tokonya pun berkurang.
"Biasanya saat ini sudah terjual puluhan pohon natal kecil dan besar, tetapi sekarang baru terjual 15 pohon natal kecil dan 6 pohon natal besar,"sebutnya.
Meskipun di tengah kondisi pandemi saat ini, ia mengatakan pengunjung yang datang membeli pernak-pernik atau aksesoris natal tetap ada.
"Pembeli tetap ada, terutama khusus aksesoris yang dominannya, tetapi tidak sebanyak dan semeriah tahun sebelumnya untuk minatnya. Kebanyakan tahun ini orang hanya beli tambahan untuk hiasan di rumah saja dan pembelian untuk kado natal pun berkurang karena tidak adanya kegiatan di gereja ini," ujarnya.
Berbagai pernak-pernik hiasan rumah, topi natal, bando dan lainya ini dijual mulai dari Rp10 ribu. Sedangkan untuk pohon natal dijual mulai dari Rp150 ribu yang tergantung dengan bahan dan hiasannya.
Tak hanya itu, pihaknya juga memberikan potongan harga ataupun hadiah kepada pembeli yang berkunjung.
"Kita kasih potongan harga misalkan belanja banyak, dan juga kita kasih kado untuk anak-anak yang belanja,"kata Acin.
Penjualan pernak-pernik natal yang menurun juga dirasakan Toko Pernik Lantai 2 BTC Pangkalpinang.
Karyawan Toko Pernik, Ria mengataka minat pembeli perlengkapan natal berkurang dibandingkan tahun sebelumnya.
"Kalo tahun ini minat pembeli pernak-pernik natal berkurang hampir 50 persen, biasanya menjelang satu bulan natal sudah banyak yang beli, tetapi sekrang ini masih sedikit dan kita juga menyediakan pernak-pernik ini stoknya tidak sebanyak dulu," kata Ria.
Menurutnya, berkurangnya minat pembeli pernak-pernik saat ini dikarena Pandemi Covid-19 yang menjadi faktor utama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/pernak-pernik-1812.jpg)