Senin, 4 Mei 2026

Berita Pangkalpinang

Program Bedah Warung di Kota Pangkalpinang, Ubah Toko Kelontong Layaknya Minimarket

Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan, Kota Pangkalpinang, Ulpi Heriyanto mengungkapkan pihaknya kini tengah mengerjakan program bedah warung.

Tayang:
Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Kabid Pengembangan Perdagangan, Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan, Kota Pangkalpinang, Ulpi Heriyanto 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Menjamurnya retail-retail modern di Kota Pangkalpinang, saat ini membuat toko kelontong tentunya mendapatkan dampak terutama bagi yang saling berdekatan, Selasa (22/12/2020).

Menanggapi hal tersebut Kabid Pengembangan Perdagangan, Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan, Kota Pangkalpinang, Ulpi Heriyanto mengungkapkan pihaknya kini tengah mengerjakan program bedah warung.

"Sekarang kita juga melaksanakan kegiatan bedah warung, jadi warung kelontong itu kita bedah perbaiki menjadi seperti minimarket," ujar Ulpi.

Saat ini total terdapat 11 toko kelontong yang akan dilakukan bedah warung, namun untuk 2021 Ulpi mengungkapkan akan lebih banyak lagi toko kelontong yang akan ikut serta dalam program tersebut.

"Ini program Kementrian Perdagangan yang diimplementasikan ke Kabupaten/Kota, tahun ini kita mendapatkan bantuan 11 warung, kedepan kemungkinan ada lagi dan lebih banyak lagi," tegasnya.

Dengan adanya Bedah Warung, Ulpi berharap dapat menjaga laju perekonomian khususnya bagi para pengusaha toko kelontong.

"Tanggapan masyarakat bagus mereka menyambut baik, karena otomatis kalau lebih menarikan masyarakat juga banyak yang beli. Tujuannya itu agar warung kelontong kita tampilannya seperti minimarket modern, yang membuat masyarakat membeli dan omzet mereka pun tentunya akan naik," tuturnya.

Sementara itu untuk ritel modern saat ini dari data Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan, Kota Pangkalpinang terdapat total 39 ritel modern yang sudah diberikan rekomendasi.

"Sebenarnya dari awal tahun kebijakan dibatasi 10 minimarket modern termasuk yang lokal, tapi berjalan waktu ada kebijakan lain dan saat ini terus bertambah yang masuk. Kita dari Dinas mengeluarkan rekomendasi layak atau tidak didirikan, nanti yang memberikan izinnya dari PTSP," jelasnya.

Selain itu pihaknya juga mengakui ada beberapa keluhan dari para pemilik toko kelontong, terkait hadirnya ritel-ritel modern di Kota Pangkalpinang.

"Keluhan jelas ada yang jelas omzet menurun, tapi juga bisa karena pandemi ini bukan hanya karena minimarket saja. Konsumen ini juga cerdas yang belanja juga, berbeda lalu segmentasi juga berbeda," ungkapnya.

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved