Sabtu, 16 Mei 2026

Berita Pangkalpinang

Bicara Ibu dan Perempuan , Sosok Luar Biasa , Jangan Diremehkan

Dalam momentum spesial ini, ada dua pandangan dalam hal memaknai sosok ibu, orang yang berperan sangat besar pada tatanan keluarga.

Tayang:
Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Komisioner KPU Kota Pangkalpinang, Margarita bersama Sosiolog atau Dosen Sosiologi Universitas Bangka Belitung, Luna Febriani usai Bekisah Asyik di Kantor Bangka Pos 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Peringatan hari ibu jatuh pada tanggal 22 Desember 2020.

Dalam momentum spesial ini, ada dua pandangan dalam hal memaknai sosok ibu, orang yang berperan sangat besar pada tatanan keluarga.

Pertama, sebagai seorang ibu dan kedua sebagai anak yang mempunyai ibu.

Hal ini diungkapkan oleh Komisioner KPU Kota Pangkalpinang, Margarita saat Bekisah Asyik di Kantor Bangka Pos, Rabu (22/12/2020) sore.

"Sebagai anak dari seorang ibu, tidak ada hari khusus atau special untuk merefleksikan rasa sayang dan syukur terhadap ibu, sebab setiap hari adalah kewajiban kita memberikan rasa kasih sayang, kepada orangtua," ungkap Margarita.

Namun momen ini bisa dijadikan kilas balik dalam mengapreasi pengorbanan seorang ibu yang telah membesarkan dan memberikan pendidikan kepada anaknya.

"Perspektif kedua, saya berbicara sebagai seorang perempuan, dia bisa sebagai ibu, istri dan perempuan yang bekerja. Jadikan ini momentum kilas balik kita, perjuangan kaum perempuan dalam merebutkan kemerdekaan," jelas Margarita.

Ibu satu anak ini berharap pada masa saat ini perempuan bisa berbuat hal yang baik dan berkontribusi untuk mengangkat harkat dan martabat perempuan.

"Jangan sampai perempuan itu diremehkan, mulai lah dari kita sendiri mengangkat harkat dan martabat. Kalau kita sendiri tidak peduli dengan hal itu, bagaimana lelaki mau menghargai kita," tegas Margarita.

Di Tengah Pandemi Kekerasan Terhadap Perempuan Meningkat

Sementara, dari segi sosiologi tentu interaksi antar anak dan ibu perlu dijalin dengan baik, hal ini diungkapkan oleh Sosiolog atau Dosen Sosiologi Universitas Bangka Belitung, Luna Febriani.

"Pada dasarnya ibu itu mempunyai banyak fungsi, bukan hanya fungsi reproduksi saja tetapi juga ada fungsi pendidikan, pengajaran, rekreasi dan ekonomi. Ibu adalah keluarga terdekat, yang paling kita hormati itu haruslah ibu. Pada sebagian orang ibu itu adalah madrasah, jadi salah sekali bila dibilang orang bahwa perempuan tidak perlu punya pendidikan," kata Luna.

Hal ini agar dapat mendidik anak dengan baik, peran ibu pun bisa juga sebagai rekan atau teman bercerita anak.

Diakuinya, sosok ibu adalah perempuan yang luar biasa, tetapi memang masih menjadi permasalahan saat ini perempuan kerap kali menjadi korban kekerasan baik secara fisik maupun verbal.

"Perempuan sering menjadi korban kekerasan, secara historis perempuan diposisikan pada posisi yang tidak enak sekali sementara lelaki di posisi superior sehingga konsekuensi terjadi tindakan yang diskriminasi perempuan dan kehilangan haknya," jelas Luna.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved