Awas, 6 Hal Ini Bisa Memicu Seseorang Terkena Diabetes
Diabetes adalah penyakit kronis yang ditandai dengan ciri-ciri berupa tingginya kadar gula (glukosa) darah
BANGKAPOS.COM - Diabetes adalah penyakit kronis yang ditandai dengan ciri-ciri berupa tingginya kadar gula (glukosa) darah.
Glukosa merupakan sumber energi utama bagi sel tubuh manusia.
Melansir alodokter.com, kadar gula dalam darah dikendalikan oleh hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas, yaitu organ yang terletak di belakang lambung.
Pada penderita diabetes, pankreas tidak mampu memproduksi insulin sesuai kebutuhan tubuh.
Tanpa insulin, sel-sel tubuh tidak dapat menyerap dan mengolah glukosa menjadi energi.
Angka kasus diabetes pun terus bertambah setiap tahunnya.
Salah satu faktor utama penyebabnya adalah gaya hidup yang tidak sehat.
Tetapi ternyata, ada hal lain yang bisa memicu seseorang terkena diabetes.
Sayangnya hal ini sering tidak disadari.
Apa saja itu?
1. Menggunakan mouthwash setiap hari
Studi 2017 yang diterbitkan dalam jurnal Nitric Oxide menemukan penggunaan obat kumur lebih dari dua kali sehari dapat meningkatkan risiko terkena pradiabetes atau diabetes.
Hal ini dikarenakan obat kumur membunuh bakteri di mulut.
Padahal bakteri tersebut berfungsi memecah nitrat dalam makanan.
Mekanisme biologis ini membantu metabolisme tubuh.
Jika proses itu tidak terjadi, maka bisa memicu pengembangan diabetes.
2. Sering terkena flu
Studi 2012 di Journal of Virology menemukan virus flu berpotensi memicu diabetes tipe 1.
Hal ini dikarenakan virus flu memicu pembentukan sel inflamasi.
Sel inflamasi tersebut dapat mengenali sel penghasil insulin dan menghancurkannya sehingga memengaruhi metabolisme tubuh.
3. Mengalami gangguan tidur
Mendengkur merupakan tanda seseorang terkena sleep apnea.
Gangguan tidur itu dikaitkan dengan diabetes.
Sleep apnea yang tidak terdiagnosis atau tidak diobati dapat menyebabkan atau memperburuk diabetes tipe 1 dan tipe 2.
Studi 2014 yang diterbitkan dalam North American Journal of Medical Sciences menemukan sleep apnea sedang atau parah berkaitan dengan resistensi insulin.
4. Konsumsi obat tertentu
Orang dengan penyakit inflamasi seperti rheumatoid arthritis, psoriasis, atau asma sering menggunakan steroid.
Dalam jangka panjang, obat tersebut dapat meningkatkan risiko terkena diabetes karena meningkatkan kadar gula darah.
Kadar gula darah yang tinggi menyebabkan peningkatan kadar insulin dan bahkan bisa terjadi resistensi.
Apabila seseorang mengalami resistensi terhadap insulin, maka ia berisiko terkena diabetes tipe 2.
5. Menggunakan wadah plastik
Sistem endokrin tubuh menghasilkan hormon yang mengatur kadar glukosa darah.
Penggunaan wadah plastik yang tidak aman dapat memengaruhi sistem endokrin.
Studi 2017 yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Research menemukan hubungan antara ftalat dengan diabetes tipe 2.
Ftalat merupakan sekelompok bahan kimia yang ditemukan dalam plastik dan produk rumah tangga lainnya.
Berdasarkan penelitian terhadap 1.500 pria, 99,6 persen ternyata memiliki ftalat dalam urine mereka.
Peserta dengan tingkat flatat yang lebih tinggi lebih mungkin untuk menderita diabetes tipe 2.
6. Urutan kelahiran
Anak sulung memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes.
Hal ini diungkap studi 2013 yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism.
Dikatakan studi tersebut, anak sulung lebih sulit menyerap gula ke dalam tubuh dan memiliki tekanan darah siang hari yang lebih tinggi.
Hal ini berpengaruh terhadap pengembangan diabetes. (Kompas.com/Maria Adeline Tiara Putri)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Wajib Tahu, 6 Hal yang Tidak Disadari Memicu Diabetes
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ilustrasi_diabetes_dari_freepik.jpg)