Selasa, 7 April 2026

Lima Kasus Pembunuhan Misterius yang Belum Terpecahkan Sepanjang Masa

Tak jarang, kasus pembunuhan yang begitu terencana tidak mampu menguak siapa pembunuhnya.

Editor: M Zulkodri
Bangkapos.com
Ilustrasi pembunuhan 

BANGKAPOS.COM- Setiap kasus pembunuhan, terutama yang sangat buruk, brutal dengan kejahatan yang tak terbayangkan tak hanya membuat ngeri masyarakat namun juga membuat pihak berwenang bingung.

Pasalnya, tidak melulu kasus pembunuhan berakhir dengan ditemukan siapa pelakunya.

Tak jarang, kasus pembunuhan yang begitu terencana tidak mampu menguak siapa pembunuhnya.

Melansir TIME, beberapa pembunuhan paling terkenal dalam 150 tahun terakhir selalu berujung nasib serupa tidak ditemukan pelaku pembunuhnya.

Mulai dari Jack the Ripper sampai pembunuhan Jon Benet, berikut ini,  5 Kasus Pembunuhan Misterius yang Belum Terpecahkan Sepanjang Masa.

1. Jack the Ripper

Kasus pembunuhan berantai paling keji dan terkenal di London adalah Jack the Ripper, pelaku pembunuhan yang berkeliaran di East End lebih dari seabad lalu.

Dia menarget pekerja seks komersial dan meneror daerah tersebut.

Berlindung di bawah nama aliasnya, Jack the Ripper membunuh dan memutilasi setidaknya 5 wanita.

Masyarakat mulai panik dan takut ketika mayat-mayat korban Jack the Ripper mulai menumpuk dalam waktu 3 bulan pada tahun 1888.

Ketika The Morning Post, media yang melaporkan kala itu menyebut pembunuhan wanita kedua, mereka menjelaskan bahwa pembunuhan terhadap wanita itu sangat biadab dan terlalu mengerikan untuk digambarkan.

Otoritas bertanya-tanya, siapakah pelaku sebenarnya dari sosok Jack the Ripper ini. Dengan keahliannya membunuh dengan pisau, pembunuhan yang dia lakukan hampir semuanya meninggalkan jejak yang sama, luka di leher mereka.

Pembunuhan yang disebut sebagai pembunuhan Whitechapel itu dilakukan di dekat distrik Whitechapel yang sebagian besar dihuni oleh penduduk miskin di East End, London antara 3 April 1888 sampai 13 Februari 1891.

Para korban pembunuhan itu bernama Mary Ann Nichols, Annie Chapman, Elizabeth Stride, Catherine Eddowes dan Mary Jane Kelly meski ada sumber lain yang mengatakan bahwa jumlah korban bahkan mencapai 11 orang.

Hasil penyelidikan FBI pada tahun 1988, hanya dapat menganalisis bahwa setiap korban dari Jack the Ripper adalah peminum berat dan pekerja seks.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved