Berita Pangkalpinang
Kapolsek Bukitintan Cek Kondisi Pantai Pasir Padi, Jalan Rusak Dihantam Air Laut Saat Pasang
Jalan di bibir Pantai, Pasir, Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung, mengalami rusak parah, hal itu disebabkan oleh gelombang tinggi
Penulis: Yuranda | Editor: nurhayati
BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Jalan di bibir Pantai, Pasir, Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung, mengalami rusak parah. Kondisi ini disebabkan oleh gelombang tinggi, disertai hujan dan angin kencang. Rabu (14/1/2021)
Beberapa kawasan di Kota Pangkalpinang, pun mengalami genangan air, akibat hal tersebut pemukiman warga terendam.
Kapolsek Bukitintan Kompol Evry Susanto langsung turun melihat kondisi di daerah tersebut, sepanjangn jalan di bibir pantai itupun rusak hingga roboh. Sebagian jalan tersebut itu tertutup oleh pasir putih.
"Kami mengimbau kepada masyarakat, agar tidak melakukan aktivitas di pantai itu, dikarenakan saat ini gelombang sedang tinggi dan cuaca buruk," kata Kompol Evry Susanto, Rabu (13/1/2021).
Pasir dan Air Laut Genangi Rumah Warga
Usul (42) mondar-mandir di dalam rumah miliknya, tangannya sibuk membersihkan pasir pantai dengan sekop.
Pasir pantai setebal 15-20 cm ini masuk ke rumah, lantaran cuaca buruk dan pasang gelombang tinggi yang menurut data BMKG, berada pada ketinggian 2,63 meter untuk wilayah Kota Pangkalpinang.
Rasa resah menyelimuti hati ayah tiga anak ini, kali ini air laut dan pasir pantai masuk ke rumah tidak seperti tahun biasanya.
Belum lagi rasa was-was karena fenomena alam ini tak dapat dihindari, hanya perlu siaga karena ditakutkan gelombang pasang dan hujan kembali datang.
Barang-barang miliknya pun segera dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi sebagai upaya antisipasi.
Apalagi, saat ini usaha jajanan di pinggir jalannya tak dapat digeluti dan otomatis penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari ikut terimbas.
"Sudah tujuh tahun tinggal di sini, biasa memang seperti ini. Tapi kali ini yang paling besar ombaknya dan dampaknya juga, sampai ke rumah begini pasirnya. Informasinya juga akan berlangsung dua hari ke depan, jadi kita harus waspada ," ungkap Usul.
Diakuinya, kondisi tak menyenangkan ini terjadi sekira subuh, 04.30 WIB, Rabu (13/1/2021).
Sementara itu, Martanti (42), sang istri tampak duduk di depan rumah, ia mengaku resah dengan kondisi ini, tetapi tak dapat berbuat apa-apa.
"Ya lumayan tinggi tadi airnya sampai lutut ini, ngeri juga tapi ya gimana lagi. Semoga saja tidak apa-apa," harap Martanti.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/pbi1.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/bp1.jpg)