Selasa, 7 April 2026

Ridwan Kamil Alami Efek Ini Setelah Disuntikan Vaksin Sinovac, Apa yang Dirasakan ?

Ternyata Ridwan Kamil mengaku sudah disuntik dengan vaksin Sinovac ini sebanyak dua kali. Itu sebabnya, dia tak bisa ikut untuk penyuntikan vaksin

Editor: Evan Saputra
kompas.com
Ridwan Kamil 

Ridwan Kamil Alami Efek Ini Setelah Disuntikan Vaksin Sinovac, Apa yang Dirasakan ?

BANGKAPOS.COM - Vaksin Sinovac yang dipesan Indonesia dari China resmi diperkenalkan pada Rabu (13/1/21).

Vaksin ini disuntikkan pertama kali kepada Presiden RI Jokowi.

Pemberian vaksin ini diyakini sebagai langkah awal untuk menekan penyebaran pandemi Covid-19 yang masih belum mereka di Indonesia.

Meskipun untuk pertama kalinya vaksin Covid-19 diperkenalkan di hadapan publik dengan suntikkan kepada Presiden Jokowi.

Baca juga: Tak Ada Kerusakan Mesin Hingga Disebut Siap Terbang, Pakar Ungkap Penyebab Sriwijaya Air SJ182 Jatuh

Presiden Joko Widodo saat mendapat suntikan pertama vaksin Covid-19 di Istana Kepresidenan pada Rabu (13/1/2021). Penyuntikan ini sekaligus menandai program vaksinasi Covid-19 di Indonesia.
Presiden Joko Widodo saat mendapat suntikan pertama vaksin Covid-19 di Istana Kepresidenan pada Rabu (13/1/2021). Penyuntikan ini sekaligus menandai program vaksinasi Covid-19 di Indonesia. (ISTANA PRESIDEN/AGUS SUPARTO)

Ternyata Ridwan Kamil mengaku sudah disuntik dengan vaksin Sinovac ini sebanyak dua kali.

Itu sebabnya, dia tak bisa ikut untuk penyuntikan vaksin yang dimulai pada 13 Januari 2021.

"Saya, Pak Pangdam dan Pak Kajati, dan Pak Rudy tidak bisa ikutan karena kami sudah disuntik dua kali vaksinnya Bio Farma. Jadi alasannya sederhana," kata Ridwan Kamil usai rapat koordinasi di Mapolda Jabar, Senin (11/1/2021).

Ridwan Kamil lantas membeberkan efek samping yang dirasakannya setelah dua kali disuntik vaksin Sinovac.

Meski penjelasannya tak terlalu detail, Emil mengaku bahwa bulan Februari 2021 ini hasil dari vaksinasi yang telah diterimanya akan dilaporkan Bio Farma ke BPOM.

"Bocorannya sementara hasilnya baik. Tapi definisi klinisnya bukan kewenangan saya. Kalau ditanya sebagai pribadi lah ya saya usia 49, hanya linu dan pegal selama satu jam," ucap Emil.

"Jadi, itu saya jujur apa adanya karena jarumnya tidak kecil, kalau jarum ngambil darah memang kecil tapi kalau jarum yang vaksin agak besar sedikit.”

Emil pun mengaku merasakan kantuk saat jelang Magrib. Ia pun sempat mengkhawatirkan ada bengkak dan demam, namun ternyata hal itu tak terjadi.

"Biasanya tidak pernah (mengantuk). Jadi dulu kekhawatiran ada bengkak ternyata tidak, kekhawatiran ada demam tidak juga, kekhawatiran badan berubah apalagi berubah menjadi warna hijau atau Spiderman tidak ada," ucapnya.

"Saya sehat seperti bisa dilihat ini kami yang jadi relawan tiap pekan disiplin hadir dalam rapat dimonitor wartawan kan, mobilitas kami juga tinggi tentulah kami melengkapi kebugaran ini dengan olahraga dan suplemen, tambahan untuk menguatkan.”

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved