Kisah Nyata, Menunggu Hari Kiamat, Keluarga Ini Rela Hidup di Ruang Bawah Tanah
Kisah Nyata, Menunggu Hari Kiamat, Keluarga Ini Relah Hidup di Ruang Bawah Tanah
BANGKAPOS.COM, BELANDA -- Ini merupakan kisah nyata dari sebuah keluarga di Belanda.
Satu keluarga yang menghabiskan waktu selama sembilan tahun di bawah tanah "menunggu kiamat" ditemukan kepolisian Belanda setelah anak laki-laki tertuanya muncul di bar setempat.
Seorang pria berumur 58 tahun dan enam orang anaknya yang berusia 16 -25 tahun tinggal di sebuah rumah di Provinsi Drenthe, Belanda bagian utara.
Mereka ditemukan setelah anak laki-lakinya memesan bir di sebuah bar di desa terdekat, Ruinerwold.
Dia mengatakan kepada pelayan bar bahwa dirinya memerlukan pertolongan, demikian dilaporkan RTV.
Para saksi mengatakan pria tersebut terlihat kebingungan.
Keluarganya hidup mengasingkan diri menunggu kiamat, demikian laporan RTV.
"Dia memesan lima gelas bir dan meminumnya. Saya kemudian bercakap-cakap dengannya dan dia mengungkapkan bahwa dirinya melarikan diri dan memerlukan pertolongan. Kami kemudian memanggil polisi," kata pemilik bar, Chris Westerbeek.
****
• Terungkap Panggilan Sayang Juria Hartmans ke Gading Marten dan Kesamaan Eks Gisella, Jodohkah?
Dia menambahkan, "Rambutnya panjang, janggutnya kotor, mengenakan pakaian lusuh dan terlihat kebingungan. Dia mengatakan dirinya tidak pernah bersekolah dan tidak pernah ke tukang pangkas rambut selama sembilan tahun."
Para tetanggga memperkirakan keluarga tersebut hidup dari sayuran yang ditanam di lahan pertanian.
"Dia mengatakan memiliki saudara pria dan perempuan yang tinggal di lahan pertanian. Dia mengatakan dirinya adalah anak tertua dan ingin mengakhiri cara hidup mereka."
Para petugas mendatangi rumah pertanian yang terpencil dan memeriksanya.
Mereka menemukan sebuah tangga tersembunyi di balik lemari ruang duduk yang membawa mereka ke ruang bawah tanah tempat tinggal keluarga itu.
• Hotman Paris pun Kalah, Nenek ini Viral dan Dijuluki Toko Emas Berjalan: Aku Begini Supaya Bergaya
Ruinerwold adalah sebuah desa dengan penduduk kurang dari 3.000 orang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ilustrasi-kiamatbangkapos.jpg)