Detik-detik Ridwan Selamat dan Terbebas dari Terkaman Buaya, Mata Buaya Dipukul
Detik-detik Ridwan Selamat dan Terbebas dari Terkaman Buaya, Mata Buaya Dipukul
Buaya ini muncul siang malam. Kewaspadaan warga meningkat pada malam hari. Anak-anak dilarang untuk keluar rumah.
Pemerintah sampai pasang spanduk bahaya buaya
Pemerintah baru memasang spanduk berukuran 120×100 cm di RT 01, terkait bahaya buaya. Sementara titiknya kemunculan buaya ada banyak.
Junaidi, warga Teluk Dawan lainnya, juga terus meminta pemerintah secara langsung maupun media sosial untuk mencari jalan keluar atas teror buaya raksasa tersebut.
Menurut dia, sudah ada korban meninggal dunia akibat banyaknya buaya raksasa di sungai, yang merupakan anak Sungai Batanghari.
Teror-teror buaya di Teluk Dawan, ada yang tewas dimangsa
Pada Juli 2018, seorang bocah berusia 11 tahun nyaris tewas diterkam buaya di Sungai Teluk Dawan tak jauh dari rumahnya.
Ibunya yang cekatan dengan gagah berani melawan buaya dan membuat anaknya bebas dari gigitan buaya.
Teror buaya juga terjadi pada Maret 2012, yang menewaskan Syamsul (62), warga Teluk Dawan. Korban diserang buaya saat buang hajat di sungai.
Mayatnya ditemukan warga 100 meter dari lokasi kejadian. Kejadian serupa juga memakan korban jiwa warga setempat, Samsuar (40), yang dimangsa buaya saat mandi pada 2009.
BKSDA: lahan gambut memang habitat buaya
Sementara itu, Kepala BKSDA Jambi Rahmat Saleh menuturkan akan menurunkan tim ke lapangan terkait kemunculan buaya pada saat banjir merendam rumah penduduk di Kelurahan Teluk Dawan.
Dia menjelaskan, sungai-sungai yang berada di Teluk Dawan memang tempat buaya berukuran besar.
Artinya, kondisi alami sungai berawa dan berada di lahan gambut memang habitat dari buaya.
"Buaya itu keluar karena sifat alaminya untuk berkembang biak atau mencari makanan," tutup Rahmat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ilustrasi-buaya-1-oke.jpg)