Rabu, 15 April 2026

Pasca Meletusnya Gunung Semeru, Semburkan Awan Panas, Waspada Lahar Dingin Ancam Keselamatan Warga

Pada awal tahun 2021 ini, Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur mengalami erupsi. Gunung Semeru meletus pada Sabtu (16/1/2021)

Editor: nurhayati
TRIBUNMADURA.COM/TONY HERMAWAN
Gunung Semeru mengeluarkan awan panas letusan 

BANGKAPOS.COM -- Pada awal tahun 2021 ini, Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur mengalami erupsi. Gunung Semeru meletus pada Sabtu (16/1/2021), dan mengeluarkan awan panas sejauh 4,5 Km.

Terlihat Gunung Semeru  mengeluarkan  asap meluncur ke arah Tenggara yang diduga dari dari kawah Jonggring Kaloko berwarna kelabu pekat dalam volume yang besar. 

Kondisi Gunung Semeru ini diinformasikan oelh Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB.

Untuk itu, bagi masyarakat yang bermukim di sekitar Desa Sumber Mujur, Kecamatan Candipuro dan Curah Kobokan di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, dan sekitarnya agar waspada dalam menghadapi potensi bencana yang dapat ditimbulkan.z

Potensi bencana tersebut adalah banjir lahar dingin.

Selengkapnya, berikut siaran pers BNPB atas nama Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Dr Raditya Jati.

Telah terjadi Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru dengan jarak luncur kurang lebih 4,5 kilometer pada Sabtu (16/1) sore pukul 17.24 WIB.

Menurut laporan pengamatan visual sementara, terlihat asap meluncur ke arah tenggara yang diduga dari dari kawah Jonggring Kaloko berwarna kelabu pekat dalam volume yang besar. Sedangkan untuk hujan abu vulkanik diperkirakan mengarah ke utara, menyesuaikan arah angin.

Adapun peristiwa tersebut juga dikonfirmasi oleh Bupati Lumajang, Thoriqul Haq bahwa perkiraan awal lokasi tersebut berada di daerah sekitar Desa Sumber Mujur dan Desa Curah Koboan.

"Gunung semeru mengeluarkan awan panas. Dengan jarak 4.5 kilo. Daerah sekitar Sumber Mujur dan Curah Koboan, saat ini menjadi titik guguran awan panas," jelas Bupati Thoriqul.

Mengenai status gunung, saat ini Gunung Semeru masih berada pada level II atau 'Waspada' dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sedang melakukan evaluasi lebih lanjut.

Sementara itu, masyarakat yang bermukim di sekitar Desa Sumber Mujur dan Desa Curah Koboan dan sekitarnya agar waspada dalam menghadapi potensi bencana yang dapat ditimbulkan.

Dalam hal ini, khususnya masyarakat di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Curah Kobokan agar tetap waspada dalam menghadapi adanya intensitas curah hujan yang tinggi, sebab hal itu dapat memicu terjadinya banjir lahar dingin.

Hingga siaran pers ini diturunkan, tim gabungan lintas Kementerian/Lembaga masih dalam proses pengembangan informasi dan belum ada keterangan adanya korban jiwa atas peristiwa tersebut.

Baca juga: RS Mitra Mamuju Ambruk Diguncang Gempa, Suster Mia Tewas Usai Selamatkan Bayi di Inkubator

Gunung tertinggi di Jawa

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved