Fenomena Langka, Gurun Sahara dan Arab Saudi Hujan Salju, Terjadi Secara Drastis
Fenomena Langka, Gurun Sahara dan Arab Saudi Hujan Salju, Terjadi Secara Drastis
Fenomena Langka, Gurun Sahara dan Arab Saudi Hujan Salju, Terjadi Secara Drastis
BANGKAPOS.COM -- Tak sepereti biasanya kawasan gurun Sahara, Aljazair mengalami fenomena alam langka.
Adapun fenomena langka yang terjadi tersebut yakni mengalami perubahan suhu serta kelembaban yang tidak pernah terhadi pada bulan Januari.
Ya, kawasan Gurun Sahara kini tengah turun Salju, yang semestinya pada Januari, salju tidak pernah ada di kawasan gurun tersebut.
Diketahui, Gurun Sahara mencakup sebagian besar wilayah Afrika utara dan sudah mengalami perubahan suhu serta kelembaban selama beberapa ratus ribu tahun terakhir.
Meski wilayah Sahara sangat kering, peneliti memprediksi dalam waktu 15.000 tahun, Sahara akan kembali hijau.
Baca juga: Dicetak 1886, Martha Washington Ternyata Satu-satunya Wanita yang Muncul di Uang Kertas 1 Dollar AS
Baca juga: Kasiat Sholawat Nariyah Bagi yang Rutin Mengamalkannya, Mengabulkan Hajat hingga Dimudahkan Rizkinya
Baca juga: Daftar Amalan Hari Jumat yang Punya Banyak Keutamaan & Keistimewaan Membaca Surah Al Kahfi Ayat 1-10
Dilansir Middle East Monitor, Kamis (21/1/2021), fenomena alam ini diduga terjadi akibat tekanan tinggi udara dengan suhu sangat rendah yang terkonsentrasi di wilayah gurun, lalu bereaksi dengan tingkat kelembaban yang tinggi hingga menimbulkan salju.
Seorang juru bicara kantor cuaca dan perubahan iklim Inggris menjelaskan, cuaca dingin di dataran Eropa yang ada di utara gurun Sahara diduga menjadi penyebab munculnya es.
Sehingga, kadar kelembaban inilah yang bisa menimbulkan salju. Hal ini diutarakan ketika terjadi hujan salju di wilayah yang sama pada 2018 lalu, seperti dikutip The Independence.
Tidak hanya di Gurun Sahara, kemunculan butir-butir es juga terjadi di Ain Sefra, sebuah gurun di Aljazair.
Suhu di sana bahkan turun hingga minus 3 derajat Celsius pada Rabu (13/1/2021).
Ain Sefra dikenal sebagai The Gateway to The Desert, berada sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut (dpl), dikelilingi oleh Pegunungan Atlas.
Pemandangan serupa juga terjadi di Arab Saudi. Warga di kawasan Aseer berbondong-bondong keluar rumah untuk melihat fenomena langka saat padang pasir diselimuti es berwarna putih.
Baca juga: 10 Cara Mengusir Semut yang Membandel Tanpa Bahan Kimia, Bahannya Bisa Ditemukan di Rumah, Simpel
Baca juga: Masa Lalu Amanda Manopo Terungkap, Ini 5 Mantan Pacarnya, Mulai Cinta Monyet hingga Gagal Nikah
Suhu di Arab Saudi juga turun drastis hingga mencapai minus dua derajat Celsius.
Perubahan iklim ini sudah berdampak pada sejumlah aspek kehidupan, menciptakan bencana mulai dari kenaikan suhu air laut akibat es di Kutub Selatan dan Utara mencair, kenaikan suhu global sehingga menciptakan gelombang panas di beberapa negara hingga berdampak pada kebakaran hutan dan rusaknya habitat makhluk hidup.