Buaya dan Manusia Saling Serang di Bangka Belitung, Bertelur Dekat Jalan dan Percaya Pantangan
Buaya dan Manusia Saling Serang di Bangka Belitung, Bertelur Dekat Jalan dan Percaya Pantangan
Penulis: Teddy Malaka CC | Editor: Teddy Malaka
BANGKAPOS.COM -- Kisah konflik buaya dengan manusia tak ada habisnya. Serangan buaya mematikan, begitu juga serangan manusia.
Konflik manusia dengan buaya kembali terulang di Belitung Timur. Buaya menyerang seorang pemuda yang sedang mancing pada hari Minggu, (24/1/2021).
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Beltim Surya Mulyana kepada harian ini menyampaikan korban bernama Dandi Efriandi (20) warga Desa Batu Penyu Dusun Kundur, Kecamatan Gantung, Belitung Timur.
"Saksi mata yang melihat iparnya sendiri atas nama Valintini (15). Kejadian terjadi saat korban sedang mancing bekarang, Lokasi kejadian di Tanjung Labun, Pelabuhan Batu Desa Limbongan," ungkap Surya saat dihubungi harian ini, Minggu (24/1/2021).
Saat ini Tim BPBD sedang menuju lokasi dan ke rumah keluarga korban.
Terpisah, Anggota Tagana Belitung Timur, yang berada di Kecamatan Gantung, Ari Adriansyah menyampaikan warga diterkam buaya di Teluk Merambai Tanjung Labun Desa Limbungan Kecamatan Gantung sekitar pukul 16.00 WIB.
"Korban masih belum ditemukan hingga saat ini. Menurut keterangan saksi Valentini Rizal saat itu Dandi sedang memancing di sampingnya. Saat Valentini menoleh ke arah lain saksi mendengar cipratan suara air. Ternyata Dandi sudah diterkam buaya hingga pinggang,” ungkap Ari Adriansyah.
Baru beberapa hari lalu, kasus serangan buaya terjadi DI Parittiga Bangka Barat.
Buaya Bertelur di Pinggir Jalan
David (38) terperanjat. Di depannya, beberapa ekor anak buaya melintas di aliran Sungai Baturusa yang menjorok ke arah persawahan Desa Balunijuk, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka.
Langkah kakinya terhenti dan niat untuk memancing pun kandas.
"Mending kita cari lokasi lain, bahaya kalau masih nekat di situ," ujar Dani beberapa waktu lalu.
David, petani yang mengelola sawah mengatakan, di kawasan tersebut memang kerap ditemukan buaya lewat.
Sehingga, tak banyak warga yang berani beraktivitas di sungai tersebut.
"Ada yang melihat buaya ukuran besar sering lewat. Hati-hati kalau mau mancing atau beraktivitas di sana," kata David.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/buaya-riska1.jpg)