Berita Pangkalpinnag
Dua Jam Hujan Deras Guyur Pangkalpinang, Rumah Wakil Ketua DPRD Terendam
Hujan deras selama dua jam yang mengguyur Kota Pangkalpinang, menyebabkan sejumlah permukiman warga terendam banjir, Selasa (26/1/2021) siang.
“Saya merasakan betul apa yang dirasakan masyarakat saat hujan tiba. Kasihan masyarakat setiap tahun terdampak banjir," katanya.
Dian berharap, waduk yang akan segera dibangun di belakang SMP Muhammadiyah Kota Pangkalpinang dapat segera dibangun.
"Kan nanti yang di belakang SMP Muhammadiyah itu akan dibangun waduk itu dari Dinas Pekerjaan Umum (PU). Nah saya minta Kepala Dinas PU segera membangun waduk itu agar banjir ini sedikitnya teratasi," ungkapnya.
Dian menyebutkan, anggaran yang dikucurkan untuk penanganan banjir di Kota Pangkalpinang tidak lah sedikit, jadi tidak ada lagi alasan untuk tidak teratasi.
"Karena kita tahu anggaran yang dikucurkan tidak sedikit sampai dengan Rp40 miliar. Walaupun tidak bisa seutuhnya tapi kami berharap bisa terkurangi sedikit permasalahn banjir ini," ucapnya.
Siapkan Pompa Portable
Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Pangkalpinang, Suparlan Dulaspar mengaku sudah melakukan upaya jangka pendek untuk penangan banjir.
Pihaknya, lanjut Suparlan sudah meyiapkan pengadaan pompa portable untuk mempercepat aliran air hingga air cepat surut saat banjir.
"Pengadaan pompa air portable itu sedang disiapkan, untuk besaran dimensinya masih kita ukur dan pelajari sesuai dengan peruntukannya. Jadi termasuk mobilnya yang bisa bawa pompa kemana-mana, ketika ada genangan,” katanya, Selasa (26/1/2021).
Diakui Parlan mengatasi banjir di Kota Pangkalpinang cukup sulit karena beberapa daerah memiliki kondisi geografis yang rendah.
Bahkan beberapa kawasan setiap hujan deras dan gelombang air laut tinggi selalu tergenang.
"Masalahnya kalau gelombang tinggi hujan datang dari hulu air bertabrakan tidak bisa kemana-mana. Jadi sudah pasti ada genangan karena air itu mengalir ke tempat yang rendah dan ini hukum alam, setiap tahun selalu seperti itu, yang bisa kita lakukan normalisasi sungai," jelasnya.
Menurut Suparlan, sebenarnya perencanaan pemkot sudah siap sekitar 40% untuk penanganan banjir sesuai misi Wali Kota Pangkalpinang.
"Tapi kalau menghilangkan banjir itu susah karena eksisting tanah Pangkalpinang seperti kuali, jadi daerah Puncak (Pusat Perbelanjaan) sampai Pelipur terus Jalan Balai kondisinya seperti itu. Tapi kita tetap berbuat dengan dinormalisasi, setidaknya mempercepat air surut," bebernya.
Suparlan membenarkan Pemkot Pangkalpinang menganggarkan Rp40 miliar untuk penanganan banjir.
"Rp 40 miliar ini terdiri dari pemeliharaan, perbaikan dinding saluran, kemudian normalisasi terhadap genangan yang kerap melanda ketika musim hujan seperti di pasar ikan atau Sungai Rangkui. Walaupun kewenangan Sungai Rangkui itu kewenangan Kementerian, tetapi kalau tidak kita kerjakan nanti kita yang kena imbasnya," ungkap Suparlan.
Sedangkan untuk normalisasi khususnya Sungai Rangkui dan Pedindang saat ini terus dilakukan pengerukan sendimentasi sungai untuk mempercepat surutnya air jika terjadi banjir.
(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah/Yuranda)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/rumah_wakil_ketua_dprd_kota_pangkalpinang_rosdiansyah_rasyid.jpg)