Sriwijaya Air Jatuh
FIRASAT Duka Nabila, Bocah 12 Tahun Sebelum Jadi Korban Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ 182
Jasad bocah ini kemudian ditemukan beberapa hari setelah ditemukannya Jasad Rosi Wahyuni serta korban lainnya di dasar lautan
BANGKAPOS.COM -
Ada yang memercayai bahwa setiap kejadian sudah ada waktu dan tandanya.
Begitu pula kejadian nahas yang menimpa para korban Sriwijaya Air SJ182.
Ada firasat yang sebenarnya sudah dirasakan pihak keluarga sebelum kejadian terjadi.
Paman korban Nabila Anjani yaitu Iqbal berbagi kisahnya beberapa waktu sebelum Nabila akhirnya memutuskan untuk ikut berangkat terbang.
======================
Sebelum Pesawat Sriwijaya Air SJ-182, jatuh, Nabila Anjani seolah sudah menunjukan tanda-tanda bakal menjadi korban. Malam itu, bocah usia 12 tahun ini, terasa berat berpisah dengan Kakak Laki-lakinya, Adit.
Namun, niatnya sudah bulat ingin ikut Rosi Wahyuni, ibu angkatnya,berangkat ke Kalimantan, hingga akhirnya pesawat yang mengangkut rombongan ini jatuh di Perairan Kepulauan Seribu, beberapa pekan lalu.
Jasad bocah ini kemudian ditemukan beberapa hari setelah ditemukannya Jasad Rosi Wahyuni serta korban lainnya di dasar lautan, Perairan Kepulauan Seribu..
Jenazah Nabila Anjani, kemudian tiba hari ini, Rabu (27/1/2021) dan dimakamkan di Perkuburan (TPU) Jalan Muntok Pangkalpinang.
Diakui oleh pihak keluarga korban, saat malam sebelum keberangkatan, Nabila sempat ditanyakan berulang kali oleh pihak keluarga, ingin ikut siapa, sampai tiga kali Nabila menjawab ingin ikut bersama Rosi pergi ke Kalimantan.
"Namun sangat berat hati, malam itu Nabila menangis sejadi-jadinya tak rela berpisah dengan sang kakak laki-lakinya, Adit," kata Iqbal (47), adik kandung Rosi (paman angkat) yang juga ikut serta membesarkan Nabila hingga membiayai sekolah Nabila.
Kata Iqbal, Nabila sebetulnya anak angkat dari kakak kandungnya yang pertama, bukan Rosi. Namun setelah kakak kandungnya yang pertama itu meninggal, Rosi lah yang mengasuh Nabila hingga terjadi tragedi pesawat tersebut.
Semasa hidup Nabila kata Iqbal, diurus oleh Rosi dan keluarga lainnya.
Sejak Nabila ditelantarkan ayah angkatnya, mulai kebutuhan sekolah, uang jajan, almarhumah Rosi lah yang menanggung dan dibantu oleh Iqbal serta keluarga lainnya karena mereka sayang pada Nabila.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/jenazah-nabila-anjani-korban-sriwijaya-air-tiba-di-bandara-depati-amir.jpg)