Kamis, 16 April 2026

Permadi Arya alias Abu Janda, Minta Maaf ke Umat Islam setelah Cuitan 'Islam Arogan' Viral di Medsos

Permadi Arya alias Abu Janda, Minta Maaf ke Umat Islam setelah Cuitan 'Islam Arogan' Viral di Medsos

Tribunnews.com
Abu Janda alias Heddy Setya Permadi. Gara-gara cuitannya, Abu Janda dianggap penyusup di tubuh NU oleh mantan Wakil Ketua Umum PBNU KH As'ad Said Ali. Bareskrim Polri akan memeriksa Abu Janda, 1 Februari 2021. 

Permadi Arya alias Abu Janda, Minta Maaf ke Umat Islam setelah Cuitan 'Islam Arogan' Viral di Medsos

BANGKAPOS.COM -- Permadi Arya alias Abu Janda akhirnya menyampaikan permohonan maaf setelah cuitan 'Islam Arogan' viral dan mendapat kritikan dari banyak pihak.

Adapun permintaan maaf yang disampaikan Abu Janda ini diketahiu melalui video pendeknya.

Dalam video tersebut Abu Janda menjelaskan kalau dia tidak berniat menghina Islam.

“Saya bikin video ini buat kiai-kiai, gus-gus, buat ustaz-ustaz.

Nama saya Permadi Arya alias Abu Janda, saya warga NU Kultural juga kader organisasi Bandung NU.

Baca juga: Reaksi Ahmad Sahroni soal Abu Janda Dilapor ke Polisi: Jangan Pandang Bulu Pak Kapolri, Penjarakan!

Baca juga: Tampil di Layar Kaca, Desy Ratnasari Kini Sedang Hamil di Usia 46 Tahun, Siapa Suami Barunya?

Baca juga: Ariel Noah Akhirnya Ungkap Sosok Wanita Paling Cantik yang Dikaguminya, Bukan Luna Maya & Agnez Mo

Mohon maaf jika ada kesalahan, maklum jempol menulis saat debat panas, jadi keluarnya suka tidak sinkron”, ungkap Abu Janda dalam video tersebut.

Ia berdalih, cuitannya tersebut dipotong dengan menghilangkan konteks.

“Komentar saya itu diviralkan dipotong, tanpa konteks itu adalah pernyataan mandiri.

Padahal itu adalah cuitan jawaban saya kepada Ust Teuku Zulkarnain yang sedang provokasi SARA, yang mengatakan minoritas di sini arogan ke mayoritas”, tambahnya.

Salah satu hal yang juga menjadi kontroversial dalam cuitannya tersebut adalah “islam agama pendatang”.

Ia mengaku tidak bermaksud menghina islam secara general.

“Komentar tersebut tentunya saya berbicara sebagai seorang muslim sebagai konteks otokritik perihal masalah internal islam saat ini.

Baca juga: Munjilah Kaget Rumahnya Dihantam Meteorit, Peneliti Pastikan Itu Benda Luar Angkasa, Ini Faktanya

Baca juga: Jihan Fahira Sampai Kirim Cium Tanda Sayang Tahu Arka Ulang Tahun, Tampan Seperti Anjasmara Muda

Makanya di situ saya tulis islam sebagai agama pendatang dari Arab.

Yang saya maksud adalah islam transnasional seperti salafi wahabi yang memang pertama dari Arab, yang kedua memang mereka arogan ke budaya lokal, seperti mengharam-haramkan sedekah laut.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved