Berita Pangkalpinang
Pedagang Mengeluh, Jelang Imlek Toko Snack Khas Bangka Sepi Pembeli
Sejumlah pedagang kebutuhan Imlek di Pangkalpinang mengeluh. Sepinya pembeli menjelang Tahun Baru Cina, 2021 menjadi penyebabnya. Padahal Imlek
Penulis: Sela Agustika |
BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Sejumlah pedagang kebutuhan Imlek di Pangkalpinang mengeluh. Sepinya pembeli menjelang Tahun Baru Cina, 2021 menjadi penyebabnya. Padahal Imlek tinggal 7 hari lagi.
Pasalnya, pada kondisi biasanya, sebulan sebelum Imlek para pembeli sudah membanjiri toko mereka.
Sepinya pembeli ini dikeluhkan oleh Acon, Owner Toko Kartini yang menjual berbagai makanan khas Imlek, seperti Kue Keranjang dan snack-snack sajian perlengkapan Imlek.
"Sepi lah kalo sekarang ini, biasanya kalo sudah hari-hari kaya ni lah ramai, mungkin kondisi karena pandemi dan tidak adanya perayaan Imlek seperti tahun-tahun lalu jadi pembeli juga hanya beli sebagian saja," kata Acon kepada Bangkapos.com, Jumat (5/2/2021).
Tak hanya itu, Acon mengaku di momen Imlek tahun ini dia pun tidak menyediakan stok kue seperti tahun-tahun sebelumnya
"Kalo tahun-tahun lalu stok kue lebih banyak dan sekarang ini lebih sedikit karena kita kondisikan dengan situasi saat ini," ucapnya.
Hal yang sama juga dirasakan oleh Karyawan Toko My Snack Bangka yang menjual berbagai oleh-oleh ataupun makanan khas Bangka.
Bahkan toko yang biasanya dipenuhi dengam jejeran tumpukan snack terpaksa harus mengurangi stok jualannya. Dan hanya beberapa jenis snack saja yang tersusun di rak.
"Untuk pembeli saat ini sepi sekali, biasanya satu bulan jelang imlek sudah banyak yang datang belanja. Ini juga banyak stok yang tidak tersedia karena kita kurangi," kata Karyawan toko My Snack Bangka, Arifin.
Kata Arifin, pengurangan jumlah snack di toko ini dikarenakan kondisi pandemi sehingga pembeli sepi dari biasanga dan juga untuk menghindari batas masa kedaluarsa (exspired ).
"Jika barang masih banyak dan tidak habis sedangkan tanggal exspired untuk produk ini lebih cepat, oleh sebab itu kita mending stok sedikit dan jika habis baru ambil stok baru lagi," katanya.
Sementara itu, selama Pandemi Covid-1, pihak toko snack dan oleh-oleh Khas Bangka ini mengaku lebih banyak melakukan pengiriman ke luar daerah dibandingkan pembelian langsung.
"Jelang Imlek saat ini lebih banyak yang melakulan pengiriman keluar daerah seperti Jakarta sedangkan untuk yang beli langsung menyambut imlek ini sepi," tambah Arifin.
Dia mengatakan omzet yang didapat selama pandemi pun menurun hampir 50 persen dibandingkan pada hari normal biasanya.
Sedangkan Acon menyebutkan bahwa pihaknya juga lebih banyak melakukan pengiriman ke luar daerah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/sebuah-toko-snack-di-pangkalpinang-0502.jpg)