4 Hal Penting yang Perlu Dilakukan Saat Melihat Seseorang Mengalami Serangan Stroke
Jika kita tidak tahu apa yang harus dilakukan, segera panggil ambulans atau pertolongan medis.
BANGKAPOS.COM - Stroke dapat menyerang secara tiba-tiba dan terjadi dengan cepat.
Dalam seketika stroke dapat mematikan sel-sel otak sehingga tidak lagi berfungsi.
Dilansir dari Hello Sehat, pertolongan pertama stroke diperlukan guna meminimalkan kerusakan otak dan komplikasi, sekalipun gejala stroke telah mereda.
Menyegerakan penanganan darurat juga dapat meningkatkan peluang hidup penderita stroke.
Praktisi perawat dari Comprehensive Stroke Center di Penn Medicine, Jean D.Luciano, mengatakan, ada beberapa hal penting yang perlu kita lakukan untuk memberikan peluang terbaik saat melihat seseorang mengalami serangan stroke.
"Stroke terjadi ketika suplai darah ke otak terhambat sehingga fungsi tubuh terganggu," ujar Luciano.
Makin lama penanganan, kata Luciano, makin banyak pula peluar krusakan otak yang bisa terjadi.
Untuk mencegah hal itu terjadi, kia bisa melakukan langkah berikut:
1. Panggil pertolongan medis
Jika kita tidak tahu apa yang harus dilakukan, segera panggil ambulans atau pertolongan medis.
Menurut Luciano, gejala stroke memang sulit terdeteksi.
Namun, bila menemukan orang sekitar kita tiba-tiba mengalami serangan stroke, ia menyarankan kita untuk menghubungi nomor darurat medis.
"Saat menelepon, kata kepada petugas jika orang tersebut mengalami gejala stroke," ucap dia.
Di Indonesia, nomor darurat untuk ambulans atau pertolongan medis adalah 118 dan 119.
2. Lakukan resusitasi kardiopulmoner (CPR)
Sebenarnya, sebagian besar pasien stroke tidak memerlukan CPR.
Namun, jika orang yang mengalami serangan stroke tidak sadarkan diri, sebaiknya periksa denyut nadi dan pernapasannya.
Jika denyut nadi dan pernapasan tidak terasa, segera lakukan CPR.
CPR bisa dilakkan dengan membaringkan pasien ke permukana yang keras.
Setelah itu, tekan bagian tengah dada dengan kecepatan satu hingga dua tekanan per detik.
Lakukan sebanyak 30 atau sekitar 200 kali per menit.
Setelah itu, periksa apakah tanda-tanda nadi dan pernapasan sudah terasa.
Jika belum terbiasa melakukan CPR, kita bisa meminta petugas medis untuk memandu kita melakukannya melalui telepon.
3. Hindari memberikan obat atau makanan
Ada dua jenis stroke yang sering terjadi, yakni stroke hemoragik dan stroke iskemik.
Stroke hemoragik terjadi karena pembuluh darah yang pecah.
Sedangkan stroke iskemik terjadi karena adanya pembekuan di pembuluh darah.
"Stroke iskemik lebih sering terjadi daripada hemoragik. Sedangkan kita tidak bisa membedakannya sampai ada diagnosis medis," kata Luciano.
Untuk keamanan, jangan berikan obat atau makanan apa pun kepada seseorang yang mengalami serangan stroke.
Karena sering kali stroke juga memengaruhi kemampuan seseorang untuk menelan.
Baca juga: Jangan Sampai Terlambat, Kenali Tanda-tanda Stroke
4. Pahami gejalanya
Mengenali tanda-tanda stroke merupakan komponen penting mengatasi situasi darurat akibat serangan stroke.
Beberapa gejala bisa saja terlihat tak jelas.
Namun, ada pula yang bisa kita amati dengan jelas.
Berikut berbagai gejala stroke:
* kelumpuhan di satu sisi wajah atau tubuh
* penglihatan kabur atau menghilang tiba-tiba
* kesulitan berbicara
* mual
* kehilangan keseimbangan
* sakit kepala mendadak
* kebingungan
* hilang kesadaran
* pusing. (Kompas.com/Ariska Puspita Anggraini)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Penting Dilakukan, Berikut 4 Pertolongan Pertama Serangan Stroke
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/freepik-gejala-awal-dan-faktor-risiko-stroke.jpg)