Jangan Sampai Terlambat, Kenali Tanda-tanda Stroke
Mengenali tanda-tanda stroke penting agar bisa bertindak cepat saat menemui seseorang yang mungkin mengalaminya.
BANGKAPOS.COM - Penyakit stroke adalah masalah kesehatan yang terjadi saat asupan darah menuju ke otak terganggu atau sama sekali terhenti sehingga jaringan otak kekurangan oksigen dan nutrisi.
Akibatnya, dalam hitungan menit saja, sel-sel otak mulai mati.
Melansir Hello Sehat, kondisi ini tergolong sebagai penyakit yang serius dan dapat membahayakan nyawa.
Oleh sebab itu, membutuhkan pertolongan medis segera.
Penyakit stroke bisa dialami oleh siapa saja, mulai dari stroke pada anak hingga lansia.
Seperti apa tanda-tanda stroke?
Melansir Healthline, stroke dikenal juga sebagai serangan otak.
Mengenali tanda-tanda stroke penting agar bisa bertindak cepat saat menemui seseorang yang mungkin mengalaminya.
Ingat FAST
Melansir Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), untuk memudahkan mengingat gejala stroke secara umum, disingkat dengan “FAST”.
Apa itu FAST?
F: Face dropping
Untuk mengeceknya, cobalah meminta mereka yang mungkin mengalami gejala awal stroke untuk tersenyum.
A: Arm weakness (tangan lemah)
Pengecekan bisa dengan meminta orang tersebut mengangkat kedua lengannya.
S: Speech difficulty (kesulitan berbicara)
Cek dengan meminta orang tersebut untuk mengucapkan kalimat sederhana.
T: Time to call emergency (memanggil pertolongan darurat)
Apabila orang tersebut menunjukkan gejala-gejala tersebut segera hubungi layanan darurat kesehatan.
Adapun tanda-tanda umum dari stroke yang lainnya adalah:
*Pusing tiba-tiba, kesulitan berjalan, atau kehilangan keseimbangan atau koordinasi
* Tiba-tiba kesulitan melihat di salah satu atau kedua mata
* Sakit kepala parah tiba-tiba tanpa penyebab yang diketahui
* Mati rasa tiba-tiba pada wajah, lengan, atau kaki
* Kebingungan tiba-tiba atau kesulitan memahami orang lain
Saat seseorang mengalami gejala stroke, catatlah waktu ia mengalami serangan dan informasikan pada petugas kesehatan saat mendapatkan penanganan medis.
Seseorang mungkin dapat mengalami serangan iskemik transien (TIA) di mana gejala hilang setelah beberapa menit.
Meski demikian, TIA adalah tanda kondisi serius yang kerap diabaikan.
Gejala ini tidak akan hilang tanpa bantuan medis.
Siapa yang berisiko stroke?
Stroke bisa menyerang siapa pun termasuk pula anak-anak.
Ketika seseorang mengalami serangan stroke, maka ia berisiko mengalami stroke berulang.
Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko stroke seseorang.
Faktor risiko tersebut di antaranya adalah usia, jenis kelamin, dan etnis.
Selain itu, kebiasaan lain yang tidak sehat seperti merokok, minum alkohol, dan kurang olahraga.
Memiliki tekanan darah tinggi, kolestrol tinggi, diabetes atau obesitas juga dapat meningkatkan risiko stroke seseorang.
Bagaimana cara mencegah stroke?
Tekanan darah tinggi adalah salah satu faktor risiko penyebab stroke.
Mencegah, mendiagnosis dan mengendalikannya melalui gaya hidup dan pengobatan penting untuk mengurangi risiko stroke.
Berikut cara lain yang bisa dilakukan untuk mencegah terkena stroke di antaranya:
* Makan-makanan sehat rendah natrium dengan banyak buah dan sayuran
* Pertahankan berat badan yang sehat
* Aktif secara fisik
* Jangan merokok dan hindari asap rokok orang lain
* Batasi penggunaan alkohol
* Cegah atau kelola kondisi sehat yang lain utamanya tekanan darah tinggi, kolestrol, diabetes, dan obesitas. (Kompas.com/Nur Rohmi Aida)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Tanda-tanda Stroke
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/promkeskemkesgoid-pola-hidup-sehat-kurangi-faktor-risiko-stroke.jpg)