Sabtu, 11 April 2026

Dialog Ruang Tengah Bangka Pos

PSI Babel Tekankan Kesetaraan Gander, Ingin Wanita Juga Bisa Menjadi Pemimpin

PSI Bangka Belitung bersama srikandi dan pemuda milenialnya bertekad berjuang untuk rakyat, dan kesetaraan gander di Bangka Belitung.

Penulis: Andini Dwi Hasanah |
tangkapan layar/Andini Dwi Hasanah
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bangka Belitung, di dialog ruang tengah bersama Bangka Pos, Kamis (18/2/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bangka Belitung bersama srikandi dan pemuda milenialnya bertekad berjuang untuk rakyat, dan kesetaraan gander di Bangka Belitung.

Terlebih para kader milenialnya memang di sekolahkan khusus untuk menjadi kader muda yang membela dan mebentuk kesetaraan gander dari pusat.

"Wanita ini khususnya di Indonesia dalam rentang beberapa tahun ini tidak pernah diberi kesempatan untuk bisa lebih baik, dan menjadi terdepan. Bahkan menjadi seorang pemimpin ini mungkin karena sosial budaya, agama yang belum bisa membuat para wanita menjadi seorang pemimpin," kata Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bangka Belitung, dr Mika Oiku Sianipar, dalam Dialog Ruang Tengah Bangka Pos, Kamis (18/2/2021).

Menurutnya, dasar pendirian PSI yakni penyetaraan gander memang harus dilakukan.

"Sehingga ini bukan menjadi suatu syarat saja, tapi kami ingin para wanita ini bisa mengisi posisi starategis baik di partai maupun di pemerintahan. Kalau kita lihat sekarang kan wanita memang ditempatkan di posisi yang tidak strategis, mereka hanya mengisi saja banyak tidak diisi dengan wanita yang memimpin," jelasnya.

Dalam dialog yang dipandu Andini Dwi Hasanah, dia menyebutkan, posisi wanita bukan hanya untuk melengkapi syarat saja, tetapi wanita harus menjadi seorang pemimpin yang bisa menentukan sebuah persoalan menjadi solusi.

"Kami melihat wanita memiliki kesempatan menentukan arah dan memberikan solusi yang baik kepada mayasarakat nantinya. Jadi enggak bisa hanya untuk syarat saja. Kami saja di DPW hampir 80 persen wanita. Ini kami nyatakan kami lakukan bahwa kami bukan hanya sebagai syarat tapi kami buktikan dengan wanita ini bisa menjadi pemimpin nantinya," sebutnya.

Kata Mika, dirinya yakin wanita juga bisa berjuang dengan baik sama seperti laki-laki.

"Kita ada sekolah untuk para kader yang ada juga dikhususkan untuk para wanita, nanti ada kelulusannya juga, kalau sekarang sistemnya online. Di sana kader muda kita diajarkan bagaimana menjadi seorang pemimpin, berbaur dengan masyarakat, smuanya diajarkan," bebernya.

Wakil Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bangka Belitung Eric mengatakan, pihaknya juga siap memberikan bantuan hukum jika memang ada pelecehan terhadap wanita dan anak.

"Kita misalnya ada perempuan atau anak yang ada kena pelecehan seksual atau kekerasan terhadap perempuan kita siapkan bantuan hukum untuk mereka, kita siapkan advokasinya," ucapnya.

Kata Eric, kader muda wanita di PSI Babel atau yang disebut srikandi juga diminta untuk turun langsung ke masyarakat, agar bisa semakin berbaur dimasyarakat.

"Kita selalu minta mereka untuk selalu turun kebawah, berbaur kepada masyarakat selain memang para kader kita juga sedang sekolah dari pusat ya," ucapnya.

Anggota PSI Babel yang juga kader milenial, Jodi mengatakan, PSI hadir ingin meyakinkan masyarakat bahwa politik itu tidak selau tentang negatif.

"PSI hadir memang untuk mengubah warna politik kita atau merubah citra politik, selama kita turun ke masyarakat utamanya anak muda selalu bilang politik itu negatif. Kami hadir meyakinkan PSI beda dengan partai politik lain, tidak semua partai politik negatif, bahwa partai mana pun dengan orang baik, dengan ideologi baik pasti tidak selalu negatif," sebut Jodi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved