Senin, 1 Juni 2026

Kesehatan Jantung

Makin Banyak Orang Muda Mengalami Serangan Jantung, Ini Penyebabnya

Sindrom koroner akut atau serangan jantung adalah gangguan jantung serius ketika otot jantung tidak mendapat aliran darah.

Tayang:
Editor: suhendri
https://www.freepik.com
Ilustrasi anak muda kena serangan jantung 

BANGKAPOS.COM - Sindrom koroner akut atau serangan jantung adalah gangguan jantung serius ketika otot jantung tidak mendapat aliran darah.

Kondisi ini akan mengganggu fungsi jantung dalam mengalirkan darah ke seluruh tubuh, demikian melansir alodokter.com.

Dalam dunia kedokteran, serangan jantung disebut juga sebagai infark miokard.

Banyak orang menganggap serangan jantung lebih banyak dialami oleh orang tua.

Namun, menurut studi yang disampaikan oleh American College of Cardiology makin banyak orang berusia di bawah 40 tahun yang mengalaminya.

Di Indonesia cukup banyak tokoh publik yang masih relatif muda juga meninggal karena penyakit ini.

Dilansir menshealth.com, para ilmuwan bahkan telah menemukan ateroklerosis atau penyumbatan pembuluh darah yang menyebabkan penyakit jantung pada pria di usia remaja dan 20 tahunan.

Apa yang menyebabkan makin banyak orang muda terkena serangan jantung?

1. Obesitas sejak muda

Persentase anak-anak dan remaja gemuk di Amerika Serikat dan banyak negara meningkat tiga kali lipat sejak tahun 1970-an.

Sayangnya, berat badan yang terlanjur gemuk itu sulit diturunkan, antara lain karena tidak bisa meninggalkan kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi kalori.

Baca juga: Jika Muncul Gejala Serangan Jantung, Lakukan 7 Hal Ini sebagai Pertolongan Pertama

Selain itu, banyak generasi muda saat ini yang minim aktivitas fisik karena banyak menghabiskan waktu di depan layar.

Jarang bergerak juga bisa membuat pembuluh darah jadi kaku.

Tidak hanya untuk jantung, berat badan ekstra juga menyebabkan seluruh tubuh bekerja lebih keras.

Lemak di bagian perut juga melepaskan bahan kimia yang menyebabkan peradangan, yang dapat menyebabkan penumpukan di arteri, masuk ke pembuluh arteri lebih jauh ke hilir dan mengganggu aliran darah ke jantung.

Baca juga: Penyakit Jantung Bisa Dicegah dengan Pola Hidup Sehat, Simak Caranya

2. Merokok sejak muda

Ada banyak perokok di antara usia 25 hingga 44 tahun, dan jumlahnya dua kali lebih banyak dari perokok berusia lebih tua.

Kebiasaan ini berdampak pada kesehatan kardiovaskular.

Untuk diketahui, satu batang rokok sehari dapat meningkatkan risiko terkena penyakit arteri koroner hingga hampir 50 persen.

Dan orang-orang yang berpikir bahwa mereka dapat menghindari risiko itu dengan vaping sama dengan menipu diri mereka sendiri.

Sebab, penggunaan vape atau rokok elektronik mendorong risiko penyakit jantung 40 persen lebih tinggi dan risiko stroke 71 persen daripada orang yang bukan pengguna.

Baca juga: Merokok Ternyata Juga Bisa Merusak Kesehatan Mata

3. Lebih cepat stres

Stres dapat memperburuk peradangan pada arteri koroner, yang dapat menyebabkan pembekuan darah.

Ini juga dapat memicu tekanan darah tinggi dan kebiasaan kesehatan buruk, termasuk makan dan minum (minuman tinggi kalori) berlebih serta tidak berolahraga.

Ini adalah masalah global.

Sebuah penelitian di 52 negara menemukan bahwa orang yang mengalami stres permanen di tempat kerja atau di rumah memiliki risiko lebih dari dua kali lipat mengalami serangan jantung.

4. Abai dengan risiko dan gejala serangan jantung

Gejala serangan jantung yang dianggap mengkhawatirkan oleh orang berusia 70 tahun tidak menyebabkan kekhawatiran pada seseorang yang berusia 30 tahun.

Bahkan sekalipun gejala yang dirasakan merupakan gejala klasik serangan jantung, seperti mual yang terjadi terus-menerus, berkeringat serius, atau perasaan seperti tertekan di dada.

Sebab, orang muda merasa yakin tidak akan terkena serangan jantung.

Baca juga: Awas, Sleep Apnea Bisa Picu Serangan Jantung! Ketahui 9 Gejalanya

Hal ini bahkan juga dilakukan oleh sebagian dokter.

Menurut ahli jantung preventif di Brigham and Women's Hospital di Boston, Ron Blankstein, M.D., beberapa dokter mungkin tidak meresepkan statin penurun kolesterol atau terapi aspirin pencegah pembekuan darah untuk orang yang lebih muda.

Jadi, usia muda tak menjamin kita bebas dari serangan jantung, apalagi jika kita memiliki faktor risikonya.

Lakukan check up kesehatan berkala dan konsultasikan dengan dokter perubahan gaya hidup yang harus dilakukan.

Beberapa faktor risiko yang perlu diperhatikan agar terkontrol, antara lain tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, berat badan berlebih, diabetes, merokok, tak pernah olahraga, hingga pola makan tidak sehat.

Mengalami serangan jantung di usia muda tidak berarti kamu akan pulih dengan mudah.

Sebab, peluang untuk yang mengalami serangan jantung kedua (serta stroke atau kematian) sama buruknya dengan orang yang lebih tua.

Jadi, jika kamu tahu cara mengatasi faktor risiko yang ada, lakukanlah dari sekarang. (Kompas.com/Nabilla Tashandra)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Penyebab Makin Banyak Orang Muda Alami Serangan Jantung

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved