Senin, 27 April 2026

FANTASTIS Facebook dan Google Siapkan Dana Masing-masing Rp 14 Triliun untuk Perusahaan Media

Dua perusahaan teknologi ini siap menggelontorkan masing-masing Rp 14 triliun untuk industri media.

Editor: Alza Munzi
CNBC
CEO Facebook, Mark Zuckerberg 

Namun, awal pekan ini Facebook akan kembali menayangkan berita di linimasa Facebook Australia.

Hal itu dilakukan setelah pemerintah Australia akhirnya setuju untuk merivisi UU News Media Bergaining Code Law.

Adapun poin perubahan dalam aturan tersebut adalah pemerintah harus mempertimbangkan kesepakatan komersial antara platform digital dengan organisasi berita lokal sebelum mengeluarkan peraturan lebih lanjut.

Perusahaan teknologi juga harus diberi pemberitahuan sebulan sebelum aturan berlaku.

Poin lain juga menyebut bahwa perusahaan teknologi diberikan waktu dua bulan tambahan untuk membuat kesepakatan komersil dengan organisasi berita.

Selain itu, revisi tersebut juga mengharuskan pemerintah untuk mempertimbangkan apakah platform digital yang telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap industri berita Australia, juga harus membayar komisi atau tidak.

Poin ini sejatinya menimbulkan perdebatan antar politisi dan perusahaan media.

Sebab, ada kekhawatiran Facebook dan Google akan dikecualikan dari UU ini tanpa harus membayar komisi ke perusahaan media.

Dikhawatirkan, hal tersebut akan merugikan penerbit kecil dan hanya akan menguntungkan perusahaan media besar.

Dihimpun dari Reuters, bendahara Australia, Josh Frydenberg memastikan bahwa pihaknya akan memberikan waktu pada Facebook dan Google untuk mencapai kesepakatan dengan perusahaan media Australia lebih dulu sebelum memutuskan untuk penegakan aturan baru.

Poin revisi selengkapnya bisa dilihat di tautan berikut.

Selain Facebook, Google juga berinvestasi Rp 14 triliun untuk industri media selama tiga tahun ke depan.

Bulan Oktober lalu, Google mengumumkan akan membayar perusahaan media yang membuat dan mengkurasi konten untuk Google News Showcase.

Program ini mulai digulirkan di Brazil dan Jerman dan meluas ke beberapa negara lain setelahnya.

"Model bisnis koran -yang pendapatannya didasarkan pada iklan dan langganan- telah berkembang selama lebih dari satu abad, di mana pembaca telah beralih ke sumber lain," kata CEO Google dan Alphabet, Sundar Pichai, dirangkum KompasTekno dari CNBC, Kamis (25/2/2021).

Sumber: Surya Malang
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved