Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Molen Gandeng Ridwan Kamil Bahas Desain Masjid Agung Kubah Timah di Pangkalpinang

Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil (Molen) menggandeng Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil yang telah bersedia mendesain Masjid Agung Kubah

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Fery Laskari
istimewa
Saat Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membahas desain Masjid Agung Kubah Timah yang direncanakan akan didirikan di depan Tugu Titik O KM Kota Pangkalpinang atau di eks Polres Pangkalpinang.(foto Ist) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil (Molen) menggandeng Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil yang telah bersedia mendesain Masjid Agung Kubah Timah yang direncanakan akan didirikan di depan Tugu Titik O KM Kota Pangkalpinang atau di eks Polres Pangkalpinang.

"Alhamdulillah hari ini kami bertemu dengan Pak Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat, idola saya. Lagi-lagi bukan hanya saya yang terpesona dengan gaya beliau, baik pemikiran, analisa bahkan perilaku, bagaimana fashion beliau melayani tamu, kami diterima di belakang rumahnya, dengan gaya yang menurut saya, sangat nyaman. Ini patut kita contoh di daerah kita," ujar pria yang kerap disapa Molen, Senin (8/3/2021).

Dalam kesempatan pertemuan itu, Molen dan Ridwan Kamil melakukan pembahasan tentang desain yang akan diterapkan.

"Kami membahas bersama beliau rencana pembangunan masjid agung kita di kota Pangkalpinang dengan gaya arsitektur dan gaya pemikiran beliau, mudah-mudah ini terlaksana.

Molen menyebutkan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil ini sangat mengapresiasi rencana pembangunan Masjid Agung di Pangkalpinang.

"Apalagi ini untuk masjid, pesan beliau tidak ada yang tidak bisa untuk masjid, bisa kalau Allah SWT mengizinkan. Semoga saja dan mohon doa dari masyarakat Pangkalpinang, Bangka Belitung. Akan menjadi Masjid Agung kubah timah yang bahkan menurut Pak Ridwan Kamil tadi, akan kita connecting dengan Alun-alun Taman Merdeka. Bismillah, doakan semua," kata Molen.

Sebelumnya, Jumat (26/2/2021), Molen mengakui untuk mendapatkan lahan bekas Mapolres Pangkalpinang itu tidak lah mudah. Sebab bangunan tersebut masih aset pihak kepolisian.

Kata Molen, jumlah appraisal (penilai) yang dihitung kepolisian senilai Rp54 Miliar untuk mendapatkan lahan tersebut, jika pemerintah kota ingin membelinya.

"Nah ini kan uang yang besar dan pelepasan ini harus melalui Kapolri dan Presiden langsung. Nah itu kan panjang waktunya. Saya yakin tetapi bersama-sama kita doakan dengan para alim ulama, tokoh masyarakat, menghadap Pak Kapolda dan Kapolri untuk memohon agar lahan ini bisa diberikan kepada pemerintah Kota Pangkalpinang," kata Molen. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved