Mulkan Panen Sayuran Hidroponik Bebas Pestisida, Berharap Panen Lagi Tiga Bulan Sekali
Bupati Bangka, Mulkan melakukan panen sayuran sistem penanaman Hidroponik di Kebun Hidroponik Bangka Setara di Jalan A. Yani Sungailiat.
Penulis: edwardi |
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Bupati Bangka, Mulkan melakukan panen sayuran sistem penanaman Hidroponik di Kebun Hidroponik Bangka Setara di Jalan A. Yani Sungailiat, Senin (08/03/2021).
Berbagai jenis sayuran yang ditanam seperti sawi, kaylan, daun mint, daun seledri, kangkung, buah melon, kol dan sayuran lainnya.
Pengelola Kebun Sayuran Hidroponik Bangka Setara, Dodi mengatakan ide pembuatan kebun sayuran hidroponik ini berasal dari Bupati Bangka Mulkan.
"Pak Bupati Bangka memotivasi dan mensupport kami untuk membuat kebun percontohan sayuran hidroponik agar masyarakat bisa belajar dan mencontoh cara budidaya sayuran sistem hidroponik di rumah masing-masing agar bisa memproduksi sayuran sehat tanpa pestisida," kata Dodi.
Dodi menjelaskan hidroponik ini adalah sistem atau teknik cara menanamkan sayuran yang menekankan pada kebutuhan unsur hara yang esensial dibutuhkan tanaman, sehingga mendapatkan pertumbuhan tanaman yang maksimal.
" Sayuran hidroponik ini dipastikan tanpa pestidida, bagi ibu-ibu yang memiliki tubuh gemuk bila ingin mengecilkan tubuhnya bisa dicoba minum jus sayuran hidroponik ini, silakan beli dari petani sayuran hidroponik secara rutin," ujar Dodi.
Diakuinya kebun sayuran hidroponik Bangka Setara ini diresmikan 13 September 2019 lalu oleh Bupati Bangka Mulkan.
"Sejak saat itu sambutan masyarakat sangat baik dan tinggi, ada yang datang langsung untuk membeli dan ada juga yang datang untuk belajar cara budidaya sayuran hidroponik ini.
"Awalnya kita cuma memiliki 900 lobang tanam lalu dibantu Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka dan saat ini memiliki 1.700 lobang tanam, 400 lobang peremajaan dan gas bucket untuk tanaman buah," ungkap Dodi.
Sementara Bupati Bangka Mulkan mengatakan panen sayuran hidroponik kebun Bangka Setara ini merupakan yang kedua, sebelumnya pernah dilakukan 13 September 2019, berarti ada satu tahun kosong yakni tahun 2020.
"Saya pikir sejak dilaunching 12 September 2019 lalu kebun ini bisa berjalan kontinyu tetapi saya tidak memantau selama tahun 2020 lalu dan tahun 2021 ini saya pantau terus bagaimana perkembangan dan progress kebun ini apakah mati suri atau terus kontinyu, saya berharap minimal 3 bulan sekali kita ada panen sayuran hidroponik di kebun ini serta harus ada tempat penjualannya di depan kebun ini," kata Mulkan.
Mulkan berharap kebun sayuran hidroponik ini bisa berproduksi secara kontinyu dan berkesinambungan serta bisa dijual memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Melalui kebun sayuran hidroponik ini pemkab Bangka ingin memberikan contoh kepada masyarakat kalau Pemkab Bangka memiliki kebun sayuran hidroponik sehat tanpa pestisida, hal ini harus dikampanyekan kepada masyarakat di Kabupaten Bangka," harap Mulkan.
Sedangkan pembeli sayuran hidroponik dari PKH Bedukang Kecamatan Riau Silip, Riska mengatakan sangat berminat untuk menampung sayuran hasil panen kebun hidroponik ini untuk dipasarkan melalui e-Warung yang dikelolanya.
"Di Kabupaten Bangka ini ada 11 e-Warung yang menjual berbagai kebutuhan masyarakat kepada para keluarga yang membutuhkan, bila perlu setiap satu bulan sekali panen kami siap membeli dan memasarkannya," kata Riska.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/bupati-bangka-mulkan-panen-hidroponik-senin-08032021.jpg)