Waspada! Penyakit Baru Kelapa Sawit, Diserang Jamur Bikin Daun Kuning Hingga Kering Menghitam
Sejumlah petani kelapa sawit sudah mengeluhkan serangan Hana penyakit ini, yang semula diduga karena kelebihan dosis pemupukan.
Penulis: edwardi |
BANGKAPOS.COM, BANGKA – Di balik melambungnya harga kelapa sawit di tingkat petani dan pabrik saat ini, ada ancaman sejenis penyakit yang disebabkan jamur menyerang banyak tanaman kelapa sawit di wilayah Kabupaten Bangka.
Sejumlah petani kelapa sawit sudah mengeluhkan serangan Hana penyakit ini, yang semula diduga karena kelebihan dosis pemupukan. Ternyata serangan penyakit disebabkan jamur.
Akibat serangan penyakit ini daun kelapa sawit menjadi kekuning-kuningan, lalu terus mengering menjadi kecoklatan dan menghitam.
Kebanyakan yang terkena serangan penyakit ini pada pohon kelapa sawit yang sudah tinggi (tua), namun ada juga serangan terhadap kelapa sawit yang masih muda.
Staf Ahli Bupati (SAB) Asmawi Ali mengungkapkan, dirinya mendapatkan laporan dari temannya petani sawit mengeluhkan dan menanyakan kenapa daun kelapa sawit di kebunnya berubah menuafinkekunibgan-kunibgsn dan mengering menjadi jecoklatan.
"Semula saya menduga kemungkinan teman saya ini memberikan pupuk dengan dosis berlebihan ke tanaman kelapa sawitnya, namun dijawabnya tidak berlebihan dan sesuai standarnya," kata Asmawi saat mengikuti kegiatan Bupati Bangka di Desa Kita Kapur Kecamatan Mendo Barat beberapa waktu lalu.
Ditambahkannya, setelah melihat di lapangan ternyata gejala penyakit yang menyerang tanaman kelapa sawit ini bukan hanya dialami di kebun teman saya saja, tetapi juga kebun kelapa sawit milik orang lainnya.
"Coba kita lihat dan perhatikan pohon kelapa sawit yang tumbuh di pinggiran jalan mulai dari Desa Kota Kapur Kecamatan Mendo Barat hingga ke Kecamatan Puding Besar, Pemali ada banyak pohon kelapa sawit yang terkena gejala penyakit ini, bukan hanya sawit juga ada pohon duku, manggis dan mangga juga kena serangan penyakit ini," tukasnya.
Menanggapi persoalan ini Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka Elius Gani melalui Kabid Pertanian, Subhan mengakui adanya serangan penyakit ini di beberapa wilayah seperti di Kecamatan Mendo Barat, Puding Besar, Bakam, Riau Silip dan lainnya.
"Penyakit ini disebabkan jamur yang menyerang daun sehingga menjadi berwarna kuning dan mengering. Kita juga sudah melaporkan dan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengenai serangan penyakit ini," kata Subhan, Senin (08/03/2021).
Ditambahkannya, untuk mengatasi dan mengendalikan penyakit ini untuk kelapa sawit yang masih kecil atau pendek bisa dilakukan penyemprotan dengan cairan fungisida, seperti Cosid 77 atau pestisida berbahan aktif tembaga.
"Kebun kelapa sawit saya juga terkena penyakit ini dan sudah saya coba semprotkan fungisida, Alhamdulillah cukup manjur dan berangsur sehat kembali, tetapi untuk kelapa sawit yang sudah tinggi perlu perlakuan khusus karena lebih susah menyemprotkannya," ujar Subhan.
Menurutnya penyakit ini tidak membuat kelapa sawit mati cuma terjadi gangguan dalam proses fotosintesis tanaman karena stomata pada daun ditutupi jamur ini.
"Penyakit ini kebanyakan menyerang daun kelapa sawit yang sudah tua karena sudah tidak ada lagi lapisan lilin pada daun, tetapi untuk daun kelapa sawit yang muda tidak kena penyakit ini karena ada lapisan lilin pada daunnya," jelas Subhan.
Diakuinya serangan penyakit ini memang baru ada saat ini di wilayah Kabupaten Bangka, sebelumnya belum ada ditemukan penyakit ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/tanaman-kelapa-sawit-terserang-penyakit-daun-kekuningan-kuningan-disebabkan-jamur.jpg)