Ritual Telanjang dan Mandi Bareng Pengikut Aliran Hakekok yang Sesat, Ternyata Sudah Lama Muncul
Ritual Telanjang dan Mandi Bareng Pengikut Aliran Hakekok yang Sesat, Ternyata Sudah Lama Muncul
Namun, belakangan ini muncul lagi tanpa sepengetahuannya.
"Sudah pernah dibina, sudah kondusif, muncul lagi sekarang di luar sepengetahuan kami," sebut dia.
Menurut dugaan Romly, kurangnya pemahaman agama dan faktor ekonomi membuat warga mengikuti kelompok Hakekok.
"Bisa jadi (faktor ekonomi). Yang jelas pengetahuan agama kurang. Orang yang berkeyakinan pada ajaran itu berbagai cara untuk cari pengikut dengan iming-iming," tuturnya.
Dibina MUI
Sedangkan untuk proses hukumnya, pihaknya menyerahkan kepada polisi.
"Polri menangani ini supaya tidak timbul keresahan, MUI tindak lanjut pembinaan," tandasnya.
Wakil Kepala Polres Pandeglang Kompol Riky Crisma Wardana meminta kepada masyarakat Pandeglang, khususnya di Kecamatan Cigeulis, untuk tidak resah terhadap penganut ajaran Hakekok karena kasusnya sedang ditangani oleh pihak kepolisian.
Bupati Pandeglang Irna Narulita pihaknya akan bekerja sama dengan MUI untuk melakukan pembinaan terhadap 16 warga yang diduga terlibat dalam kelompok Hakekok.
Sebanyak 16 orang diamankan anggota Polres Pandeglang atas dugaan melakukan ritual sesat.
Belasan warga yang terdiri dari delapan pria, lima wanita,
dan tiga anak-anak itu mandi telanjang bersama-sama di penampungan air PT GAL yang berada di tengah perkebunan kelapa sawit di Desa Karangbolong, Kecamatan Cigeulis, Pandeglang, Kamis (11/3/2021).
Wakapolres Pandeglang Kompol Riky Crisma Wardana mengatakan, dari pemeriksaan sementara,
warga yang diamankan menyebut ritual tersebut baru sekali dilakukan.
Kepada polisi, belasan warga itu mengatakan ritual tersebut merupakan ajaran yang disebut Hakekok.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/hakekok3.jpg)