Breaking News
Selasa, 7 April 2026

Berita Pangkalpinang

Pertamina Terapkan PLB, SPBU di Pangkalpinang Langsung Sepi, Begini Kata Mereka

Kondisi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 23.331.11 Pangkalbalam, Pangkalpinang, Senin (15/3/2021) tampak sepi, setelah bahan bakar minyak

Penulis: Yuranda |
bangkapos.com
Kondisi SPBU 23.331.11 Pangkalbalam, Pangkalpinang, Bangka Belitung, Senin (15/3/2021).(Bangkapos.com/Yuranda) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA --  Kondisi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 23.331.11 Pangkalbalam, Pangkalpinang, Senin (15/3/2021) tampak sepi, setelah bahan bakar minyak (BBM) jenis premium ditarik oleh PT Pertamina.

Hal itu dilakukan karena adanya Program Langit Biru (PLB) PT Pertamina.

Penarikan BBM jenis premium itu, baru dilaksanakan di Kota Pangkalpinang Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Petugas Nozel Pertalite SPBU Pangkalbalam, Sari, Senin (15/3/2021) mengatakan, sejak pagi tadi kondisi SPBU tak begitu ramai, karena BBM jenis premium sudah ditutup.

Namun katanya, premium akan diganti pertalite harga premium, ketentuan khusus kendaraan roda dua, roda tiga serta kendaraan umum.

"Antrian premium tidak ada lagi, sekarang para pelanggan beralih ke pertalite, tapi sepi. Harga pertalite sama dengan harga premium Rp6.450 per liternya." kata Sari ditemui di SPBU tersebut, Senin (15/3/2021).

Sementara itu, Dono (62) Sopir Angkot Rute Pasar Pembangunan-Terminal Keramat, Senin (15/3/2021) mengatakan, hal tersebut tidak berpengaruh baginya karena ia mengaku sering kali tidak kebagian BBM jenis premium, saat mengantre di SPBU.

"Sama saja lah, karena waktu mengantre juga sering tidak kebagian, itu lah masalahnya," kata Dono ditemui di Terminal depan Ramayana, Senin (15/3/2021)

Saat ditanya jika suatu saat BBM jenis pertalite kembali pada harga normal ? Dono mengaku pasrah, tidak bisa berbuat apa-apa.

Sedangkan untuk menaikkan tarif angkutannya, berdasarkan ketentuan Dinas Perhubungan Kota Pangkalpinang.

"Mau bagaimana lagi, seperti itu lah, kalau untuk naik ongkos tidak bisa itu ketentuan, Dinas Perhubungan. Kalau saat ini harga dari Pasar ke Terminal Keramat, Rp 5 ribu, sekali jalan," katanya.

Sementara itu, sejak BBM premium ditarik dari peredaran di SPBU di Pangkalpinang, berdampak luas bagi kalangan pengecer BBM jenis premium.

Selain harga beli dari penyuplai tinggi, perminatnya pun berkurang.

Hal itu dialami beberapa pengecer di Jalan Balai, Tamansari, Pangkalpinang, Aji saat ditemui Bangkapos.com, Senin (15/3/2021) sore.

"Tidak boleh ngerit di SPBU. Harga beli tinggi dari tangan ke tiga, tidak bisa naik harga, kalau naik harga takut pelanggan lari, keuntungan tipis, peminatnya pun berkurang," kata Aji.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved