Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Polres Pangkalpinang Akan Tindak Aktivitas TI di DAS Rangkui

Polres Pangkalpinang berjanji akan tertibkan tambang ilegal di sekitar Aliran Sungai Rangkui di Pangkalpinang.

Bangkapos.com/Yuranda
Sejumlah Kapal nelayan terparkir di Kolong Wak Ajun, aliran Sungai Rangkui Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung, Selasa (16/3/2021) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Polres Pangkalpinang berjanji akan tertibkan tambang ilegal di sekitar Aliran Sungai Rangkui di Pangkalpinang. Namun sebelum melakukan akan terlebih dahulu dilakukan pengecekan, aktivitas tambang tersebut.

"Sementara akan dilakukan cek terlebih dahulu.  jika memang benar kami mengimbau segera angkat tambang di aliran sungai tersebut," kata Kabag Ops Polres Pangkalpinang Kompol Johan Wahyudi, saat dikonfirmasi Bangkapos.com, Rabu (17/3/2021).

Kata Johan, jika imbauan tersebut tidak diindahkan, pihaknya akan melakulan tindakan sesuai dengan aturan yang berlaku dengan membentuk Tim Gabungan.

"Kami akan tertibkan dengan Tim Gabungan, tetapi selagi masih bisa kita berikan upaya preventif untuk segera angkat dan geser pontonnya, namun jika tidak akan dilakukan penertiban gabungan dengan mengedepan tindakan represif," kata Johan.

Baca juga: Tim Naga Polres Pangkalpinang Kejar Pelaku Pencoretan Logo PGK di Taman Vertikal Semabung

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang AKP Adi Putra, mengatakan di Kota Pangkalpinang tidak ada, izin usaha Penambangan (IUP).

"Yang artinya, bila ada aktivitas penambangan di kota Pangkalpinang, merupakan penambangan illegal yang melawan hukum. Kami akan tindak tegas dengan berkoordinasi dengan Pemkot dan TNI," kata Adi.

Daerah Aliran Sungai (DAS) Rangkui Pangkalpinang mengalami kedangkalan. Hal tersebut lantaran adanya aktivitas tambang timah ilegal di titik aliran Sungai tersebut.

Aktivitas tambang menyebabkan kedangkalan yang cukup parah di beberapa titik di aliran sungai. Sehingga menghalangi para nelayan untuk keluar dari sungai ke muara.

Hal tersebut dialami oleh Zaini Salam (61) Nelayan warga Kelurahan Gabek, Pangkalpinang, bersama rekannya saat dijumpai Bangkapos.com baru-baru ini.

Katanya, kondisi aliran Sungai Rangkui kerap jadi kendala untuk kelancaran melaut, karena kondisinya dangkal. Sehingga baru bisa menyisiri sungai untuk melaut harus menunggu air laut pasang.

Zaini yang mengaku sudah puluhan tahun melewati aliran Sungai Rangkui untuk pergi melaut, baru beberapa tahun belakangan ini terjadi pendangkalan di berapa tempat.

Selain itu adanya aktivitas penambangan di dekat aliran sungai yang cukup mengganggu.

"Kalau ini tidak, kan sudah dikeruk, hanya saja di sana yang ada TI jadi dangkal. Bekerja jadi nelayan sudah kurang lebih 20 tahun," ungkapnya.

Bangkapos.com/Yuranda

Penulis: Yuranda
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved