Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Jangan Khawatir, Usai Vaksinasi Rapid Antigent dan Swab PCR Tak Akan Terbaca Positif

Beberapa orang mungkin khawatir melaksanakan rapid tes antigent dan swab polymerase chain reaction (PCR) sebab usai melakukan penyuntikan vaksin.

Ist/ Christa Axella Phanata/ Mahasiswa UMN
Ilustrasi Vaksin Covid-19.Jangan Khawatir, Usai Vaksinasi Rapid Antigent dan Swab PCR Tak Akan Terbaca Positif 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Beberapa orang mungkin khawatir melaksanakan rapid tes antigent dan swab polymerase chain reaction (PCR) sebab usai melakukan penyuntikan vaksin.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang dr Masagus M Hakim, menyebutkan usai pelaksanaan vaksinasi tak akan terbaca positif Covid-19 saat melakukan tes Covid-19 menggunakan rapid antigent ataupun swab PCR.

Namun menurutnya, jika dilakukan rapid test antibodi dengan mekanisme penentuan jumlah antibodi, kemungkinan vaksin akan menyebabkan hasil positif jika seorang telah membentuk antibodi dalam jumlah tertentu yang terdeteksi.

"Vaksin akan menyebabkan hasil positif jika seseorang yang divaksinasi telah membentuk antibodi dalam jumlah tertentu yang dapat terdeteksi, dannitu menggunakan rapid antibodi bisa saja positif," kata Hakim kepada Bangkapos.com, Senin (22/3/2021).

Hakim mengatakan, jika melakukan rapid test dilakukan dengan swab antigen, maka kemungkinan orang yang telah divaksinasi tidak akan memperoleh hasil positif.

"Kalau rapid antigen atau PCR diambil sampel virus yang ada pada area nasofaring (bagian tenggorokan), jadi hasilnya adalah antigent yang dibentuk langsung oleh virus  yang masuk lewat nosafaring bukan berasal dari virus yang disuntikkan dari vaksin. Sehingga kalau memang tidak ada virus dalam tubuhnya hasil akan tetap negatif. Intinya tidak ada pengaruh," jelasnya.

Menurutnya, vaksinasi Covid-19 merupakan langkah penanganan Covid-19, usai divaksin orang tersebut memilliki risiko tiga kali lebih rendah terkena Covid-19.

"Orang-orang yang divaksinasi memiliki risiko 3 kali lebih rendah terinfeksi Covid-19, dibandingkan dengan orang-orang yang tidak divaksinasi. Pada situasi pandemi, ini, 3 kali lebih rendah ini sangat signifikan," sebutnya.

Namun Hakim mengingatkan, jangan mentang-mentang sudah vaksin tidak lagi menjaga jarak, cuci tangan dan menggunakan masker, prtokol kesehatan harus tetap dijalankan.

"Vaksinasi covid-19 harus dibarengi dengan kepatuhan tinggi dalam menjalankan 3M. Untuk mendapatkan proteksi optimal, vaksinasi harus bersama dengan Memakai masker, Menjaga jarak, dan Mencuci tangan (3M)," bebernya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved