Kamis, 16 April 2026

Berita Pangkalpinang

Gala Premiere Film Destiny, Film Adat Melayu Dibalut Kisah Cinta dan Takdir

Destiny film yang mengisahkan dua orang saudara kembar yang terpisahkan sebab menonton pertunjukan barongsai saat imlek di Pontianak

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: khamelia
Andini Dwi Hasanah
Penayangan perdana film Destiny 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Destiny film yang menonjolkan adat melayu di dua negara dan dua wilayah di Indonesia itu hari ini, Rabu (24/3/2021) tayang perdana di Cinema XXI Transmart Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung.

Destiny film yang mengisahkan dua orang saudara kembar yang terpisahkan sebab menonton pertunjukan barongsai saat imlek di Pontianak, Kalimantan. Dan tan sengaja dipertemukan di Bangka Belitung, satu dibesarkan di Malaysia dan satu dibesarkan di Bangka Belitung.

Hampir 60 persen pertunjukan film yang berarti takdir itu dilaksanakan di Bangka Belitung. Dan sejak hari ini sudah mulai tayang dilayar lebar bioskop seluruh Indonesia.

Produser Film Destiny Angel Kawaliarang menyebutkan, judul film yang ia garap menjadi Destiny sebab banyak takdir yang terjadi dalam garapan film tersebut.

Dalam film tersebut sangat kenatal sekali budaya melayu Bangka Belitung ditonjolkan. Lokasi syuting film Destiny sendiri  memang di beberapa tempat wisata di Bangka Belitung.

Baca juga: Kisah Driver Ojol Pangkalpinang, Syok Dilabrak Seorang Pria Karena Disangka Bawa Kabur Istri Orang

Kata Angel, dirinya sangat tertarik dengan budaya melayu, bahkan next projek dua judul filmnya masih akan tetap dibuat di Bangka Belitung dengan budaya melayunyabyang juga kental.

"Karena saya sangat menghargai budaya melayu, dasar pembuatannya keterikatan budaya melayu kita sampai ke Malaysia, makanya saya ambil Bangka Belitung, Pontianak, sampai negara Malaysia," ungkap Angel saat jumpa pers di Cinema XXI Transmart Pangkalpinang.

Diakuinya, saat pembuatan film Destiny berlangsung kesulitan yang paling ia hadapai adalah keberbedaan budaya setiap wilayah.

"Sebenernya tantangan budaya yang begitu besar karena beda-beda wilayahnya itu, terlebih dari itu tidak ada kendala. Sebenarnya akan tayang perdana di Jakarta dua tahun ini kita terkendal covid jadi tidak memungkinkan untuk tayang di Jakarta," jelasnya.

Kata Angel, pembuatan film memakan waktu selama satu bulan, dan paling lama di Bangka Belitung.

"Kalau film Destiny 500 orang pemain figurannya semua dari Bangka Belitung, termasuk crewnya kami bawa ke Malaysia. Dana saya mohon maaf pada film ini mundurnya terlalu lama karena memang prosedur covid selama dua tahun jadi terpaksa kita tunda," bebernya.

Diakuinya, banyak sekali destinasi wisata di Bangka Belitung yang bisa dieksplor sebetulnya. Hingga lokasi bekas penambang timah juga sangat membuatnya teratrik untuk lagi-lagi membuat film di Bangka.

"Menurut saya alam di Bangka ini unik, batu-batunya itu sangat besar dan dekat sekali dengan bibir pantai. Makanya anak-anak muda disini jangan stuck sampai disini saja, anak mudanya harus lebih giat lagi, justru saya akan mengapresiasi jika ada anak mudanya yang punya cerita dan ingin membuat film," jelasnya.

Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Radmida Dawam yang ikut menyaksikan film tersebut mengaku film yang lokasi pembuatan filmnya di Bangka Belitung itu sangat menyentuh hatinya.

Kata Radmida pihaknya memberikan apresiasi dengan adanya film Destiny yang pembuatanya memang banyak di Bangka Belitung.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved