Minggu, 19 April 2026

Mengenal Bunyip, Makhluk yang Dipercaya Penduduk Asli Australia, Besarnya 2 Kali Lipat Manusia

Dengan gigi yang tajam, tangan yang panjang dan keinginan untuk menangkap siapa saja yang mengunjungi tepi perairan sendirian

Editor: Iwan Satriawan
Lifehacker Australia
Bunyip 

BANGKAPOS.COM-Penduduk asli Australia memiliki kepercayaan adanya mahluk mengerikan yang hidup di wilayah mereka.

Dengan gigi yang tajam, tangan yang panjang dan keinginan untuk menangkap siapa saja yang mengunjungi tepi perairan sendirian.

Mahluk tersebut dikenal dengan nama bunyip dan menjadi salah satu dari sedikit makhluk roh Aborigin yang telah menjadi bagian dari Budaya Australia sehari-hari.

Dalam budaya tradisional Aborigin, bunyip dikenal luas di Australia dengan berbagai nama dan samaran.

Seperti dijelaskan oleh pekerja pendidikan Aborigin setempat, Shane Karpany, dalam budaya Aborigin Ngarrinderi setempat, bunyip dikenal sebagai Mulgewanki.

"Bunyip merupakan setengah manusia dan setengah ikan."

"Dia diselimuti gulma dan ukurannya dua kali ukuran pria rata-rata."

"Dia masih sedikit berbulu dan matanya merah besar."

"Gigi tajam dan besar, begitu juga dengan cakar dan jaring tangannya."

"Bunyip punya kaki seperti bebek dan warnanya seperti warna hijau kecoklatan sungai. "

"Ayah dulu selalu menceritakan kisah bunyip, Mulgewanki sehingga kami tidak diizinkan pergi ke tepi sungai sendirian, selalu pergi dengan saudara laki-laki atau perempuan atau orang tua."

Kepala Antologi Museum Australia Selatan, Phillip Clarke mengatakan bahwa awalnya penjelajah Eropa tidak yakin apakah bunyip itu makhluk nyata atau mitos.

"Ketika orang Eropa pertama kali datang ke Australia, mereka kagum pada semua jenis hewan aneh seperti koala dan kanguru."

"Mereka juga mendengar tentang makhluk lain ini (bunyip) dan untuk waktu yang lama mereka masih mempercayai hewan ini sebagai makhluk roh ada di luar sana."

"Kata bunyip di banyak bagian Australia menjadi semacam kata merpati yang berarti roh Aborigin yang terhubung dengan perairan."

Sumber: Intisari
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved