Senin, 13 April 2026

Alasan Razman Arif Nasution Mundur dari Demokrat Kubu Moeldoko

Razman Arif Nasution mundur dari Ketua Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat dan Koordinator Tim Hukum Pembela Demokrat versi KLB

Warta Kota
Alasan Razman Arif Nasution Mundur dari Demokrat Kubu Moeldoko 

BANGKAPOS.COM - Kisruh Partai Demokrat sempat menghebohkan Tanah Air hingga Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara menetapkan Moeldoko sebagai Ketua Umum.

Tapi Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H Laoly mengumumkan status Partai Demokrat Kubu Moeldoko secara virtual pada hari ini Rabu (31/3/2021).

Hasil pemeriksaan dan atau verifikasi terhadap seluruh kelengkapan dokumen fisik sebagaimana yang dipersyaratkan masih terdapat beberapa kelengkapan yang belum dipenuhi.

Kini giliran kisruh terjadi di internal Demokrat hasil KLB.

Razman Arif Nasution mundur dari Ketua Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat dan Koordinator Tim Hukum Pembela Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB).

Siapa Penulis Ikatan Cinta? Inilah Sosok Dibalik Popularitas Aldebaran dan Andin, Sukses Dapat MURI

Baca juga: Zodiak-zodiak Ini Diramalkan Konflik dengan Pasangan Sabtu 3 April 2021

Keluarga Ayah Atta Halilintar Tak Diundang ke Pernikahan Aurel Kecuali Kakek, Begini Reaksi Paman

Razman Arif pun mengungkap alasannya mundur dari Demokrat kubu Moeldoko.

Ia mengaku tak sejalan dengan inisiator KLB Demokrat Darmizal dan Nazaruddin.

Razman merasa ada upaya intervensi terhadap dirinya yang merupakan lawyer.

"Politik saya freedom, saya bebas, saya tidak bisa jika ada upaya-upaya yang patut diduga melakukan intervensi pada saya, apalagi dia tak mengerti hukum.

Karena itu, saya merasa sangat tak sejalan dengan saudara Darmizal dan Nazaruddin," kata Razman di kantornya, di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (2/4/2021).

Baca juga: Mengenal Sabtu Suci dalam Pekan Suci Menyambut Perayaan Paskah 2021, Berikut Penjelasannya

Baca juga: Sudah Tiga Kali Menikah Nikita Mirzani Ngaku Kurang Paham Seluk Beluk Rumah Tangga

Razman menegaskan, sikap Darmizal maupun Nazaruddin, membuat dirinya tidak nyaman.

Dia mengungkapkan, keduanya kerap kali mencampuri perihal hukum.

Padahal, hal itu sudah menjadi urusan Razman sebagai tim hukum di pihak KLB.

"Saya merasa tak nyaman saja. Banyak hal hukum yang menurut saya dia tak perlu campuri dan itu ada perdebatan-perdebatan itu. Ini ada saksinya dan dia resisten ada di Partai Demokrat dan itu sudah saya beritahu ke pimpinan," ujarnya.

"Jadi kalau pikiran saya sebagai penegak hukum tidak didengar, buat apa saya ada di dalam grup dan saya punya cara sendiri," katanya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved