Bukan Sekadar Lagu, Ternyata Ini Alasan Lebih Baik Sakit Gigi Daripada 'Sakit Hati' Seperti Terbakar
Bukan Sekadar Lagu, Ternyata Ini Alasan Lebih Baik Sakit Gigi Daripada 'Sakit Hati' Seperti Terbakar
BANGKAPOS.COM -- "Daripada sakit hati lebih baik sakit gigi ini biar tak mengapa ..." begitu lantunan suara Meggy Z beberapa tahun lalu.
Selama bertahun-tahun para penulis lagu telah berjuang untuk menggambarkan betapa sakitnya saat putus cinta.
Dan, ungkapan Meggy Z kini diakui oleh para peneliti yang menyatakan bahwa cinta yang tak terbalas itu lebih dari sekadar respons emosional.
Dari eksperimen yang dilakukan para peneliti terlihat bahwa diputuskan oleh kekasih
akan mengaktifkan bagian otak yang biasanya lebih terkait dengan proses sakit secara fisik,
misalnya sensasi terbakar ketika tersulut api.
Penemuan ini menjelaskan mengapa patah hati itu sangat menyakitkan dan berlangsung begitu lama.
Peneliti dari University of Michigan melakukan eksperimen terhadap 40 pria dan wanita yang hubungan cintanya kandas.
Semua responden mengakui bahwa pengalaman itu membuat mereka sangat terluka.
Responden lalu diminta mengamati beragam gambar, sementara otak mereka di-scan oleh para peneliti.
Ternyata, menatap foto mantan dan disentuh dengan benda panas lebih menyakitkan daripada memikirkan seorang teman
atau disentuh dengan benda yang lebih dingin.
Baca juga: Dikira Terpapar Covid-19, Bocah 7 Tahun Tewas, Hasil Visum Ungkap Fakta, Diperkosa Kakek Tirinya
Mereka juga mengatakan bahwa berpikir mengenai putusnya hubungan itu sama menyakitkannya dengan disenggol benda panas.
Sementara itu, analisa dari hasil scanning menunjukkan bahwa area otak yang sama "menyala" ketika memproses dua tipe rasa sakit tersebut.
"Hasil penemuan ini memberikan makna baru mengenai ide bahwa penolakan secara sosial itu menyakitkan," papar peneliti Ethan Kross.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/sakit-hati-and-patah-hati_20160125_201105.jpg)