Berita Pangkalpinang
Gubernur Marahi Pengurus KONI Bangka Belitung, Erzaldi: Tidak Mau Bekerja Mundur daripada Malu!
Gubernur Provinsi Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, mengumpulkan pengurus Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Provinsi Bangka Belitung.
Penulis: Riki Pratama | Editor: nurhayati
BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Gubernur Provinsi Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, mengumpulkan pengurus Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Provinsi Bangka Belitung, pada Senin (5/4/2021) sore, di ruang Pasirpadi Kantor Gubernur Bangka Belitung.
Dalam pertemuan tersebut Gubernur Erzaldi yang baru tiba dari Belitung Timur, memarahi pengurus KONI Babel yang dianggap tidak bekerja secara maksimal, dalam mempersiapkan Pekan Olahraga Nasional dilaksanakan pada 2 Oktober 2021 di Papua.
Erzaldi, mengatakan banyak keluhan para atlet menyampaikan kepadanya terkait kondisi atlet Bangka Belitung yang memerlukan perhatian.
"Terus terang sebagai gubernur kami banyak dapat komplain para atlet misal ketemu di tempat di mana ada lakukan acara olahraga. Pas ketemu, atlet ini atlet itu, pertama mereka mengajak nonton, kapan nonton latihan kami pak, perhatikan kami latihan pak, bagaimana KONInya,"kata Gubernur Erzaldi menyampaikan keluhan dihadapan pengurus KONI, Senin (5/4/2021).
Dalam diskusi tersebut, ia juga meminta KONI dapat bekerja lebih baik lagi dalam membina para atlet.
Ia menyinggung kalau tidak bisa bekerja sebaiknya mundur dalam pengurusan KONI.
"Tidak mau bekerja mundur saja dari pada menanggung malu, saya bisa mengaturnya dan mohon maaf, apabila PON nanti hasil tidak bagus, bukan dilihat pengurusnya tetapi pimpinan daerahnya, sehingga saya perlu memanggil semua pengurus KONI,"katanya.
Dia juga meminta untuk pengurus KONI dapat aktif bertemu dan berkomunikasi denganya membahas terkait anggaran KONI yang dibutuhkan dalam pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional.
"Mohon maaf sekalipun tidak ada duit karena recofusing, kami bisa, tetapi kalau tidak pernah datang ke kami, pengurus KONI bicara positif dan negatif sampaikan sebenarnya ada apa," tegas Erzaldi.
Sementara, Ketua KONI Provinsi Bangka Belitung, Elfandi, mengatakan, pihaknya sudah melakukan persiapan dalam artian membuat program untuk persiapan PON 2021 nanti.
"Kendala masih latihan mandiri, masalah vaksinasi sudah mengajukan dinas kesehatan meminta keutamaan pada atlet berangkat ke Papua adalah wajib, syarat ikut di sana," kata Elfandi, kepada Bangkapos.com, disela kegiatan diskusi.
Ia menambahkan dalam pelaksanaan PON di Papua nantinya, Pemprov Babel direncanakan akan diikuti oleh 84 atlet, 36 pelatih dengan 20 cabang olahraga.
"Kendala ini semua tetap ada kendala, kita menunggu kepastian anggaran, intinya sudah ada belum, berjalan baik ini terjadi dibeberapa provinsi lain juga," ungkap Elfandi.
Dia mengatakan, kebutuhan maksimal idealnya untuk dana pelaksaan PON yaitu Rp 24 miliar. Namun, yang diketuk DPRD Babel hanya Rp 15 miliar.
"Apabila Rp 24 miliar baru bisa bicara banyak, sekarang yang diketuk dewan Rp 15,6 miliar, mudah-mudahan tidak ada perubahan dengan kondisi daerah tidak ada pengurangan tidak signifikan harapan kita,"ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/202105405-gub2.jpg)