Breaking News:

Waspada Masker Medis Palsu Beredar, Begini Cek Keasliannya

Masker palsu yang dimaksud ialah yang tak memiliki izin edar dari Kemenkes tetapi diklaim sebagai masker medis.

Image by Robert Pastryk from Pixabay
Waspada Masker Medis Palsu Beredar, Begini Cek Keasliannya - ilustrasi masker 

BANGKAPOS.COM - Tak seperti awal pandemi, persediaan masker medis kini melimpah. Namun Anda perlu berhati-hati dengan beredarnya masker medis palsu.

Plt Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan (Farmalkes) Kemenkes, Arianti Anaya, mengingatkan masyarakat akan adanya masker medis palsu yang beredar di pasaran.

Masyarakat diminta teliti sebelum membeli dengan mengecek izin edar masker.

"Menghindari kesalahan pemilihan masker medis maka tenaga kesehatan dan masyarakat agar membeli masker medis yang sudah memiliki izin edar alat kesehatan dari Kemenkes dan izin edar ini juga bisa diakses melalui infoalkes.kemkes.go.id," kata Arianti dalam sebuah diskusi, Minggu (4/4/2021).

Lokasi Bulan Madu Pilihan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah: Di sana Keren Kalau Mau Foto

Baca juga: Hotman Paris Minta Maaf Tak Hadiri Pernikahan Atta dan Aurel karena Telat Lihat Syarat Undangan

Masker palsu yang dimaksud Arianti ialah yang tak memiliki izin edar dari Kemenkes tetapi diklaim sebagai masker medis.

Untuk mendapat izin edar, masker harus memenuhi persyaratan mutu, keamanan, dan manfaat.

Karena itu, harus dilakukan uji bacterial filtration efficiency (BFE), particle filtration efficiency (PFE), breathing resistance, dan lainnya.

Rangkaian pengujian tersebut harus dipenuhi untuk memastikan masker mampu mencegah masuknya droplet atau virus dan bakteri.

Zodiak-zodiak Beruntung Minggu Ini 5-11 April 2021

Masker yang lulus pengujian itulah yang mendapat izin edar dan dikategorikan sebagai masker alat kesehatan, baik masker bedah maupun masker N95/KN95.

"Yang disebut sebagai tidak sesuai dengan peruntukannya adalah misalnya masker itu sebenarnya bukan masker alat kesehatan, tapi diklaim sebagai masker alat kesehatan. Ini akan ditindaklanjuti karena tentunya ini akan menyesatkan masyarakat," kata Arianti.

Halaman
12
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved