Selasa, 21 April 2026

Usai Sunat, Pria Dewasa Jangan Ereksi Apalagi Berhubungan Intim Selama 4 Minggu, Ini Risikonya

Namun, yang perlu diingat adalah usai sunat jangan sampai ereksi apalagi berhubungan intim.

Editor: Alza Munzi
siakapkeli.my
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM - Khitan atau sunat dan bahasa medisnya sirkumsisi dapat juga dilakukan pada pria dewasa.

Namun, yang perlu diingat adalah usai sunat jangan sampai ereksi apalagi berhubungan intim.

Setidaknya membutuhkan waktu selama 4 Minggu, untuk menahan diri tidak bersenggama dengan istri.

Di Indonesia, laki-laki umumnya melakukan sirkumsisi atau sunat dengan alasan kepercayaan atau kesehatan.

Sunat pada orang dewasa adalah pilihan pembedahan untuk pria yang tidak melakukan sunat di masa kanak-kanak.

Sirkumsisi diartikan sebagai tindakan pemotongan kulit yang menutupi kepala mr p.

Prosedur tersebut pada dasarnya bisa dan boleh dilakukan saat anak-anak maupun ketika sudah dewasa.

Tak sedikit orang dewasa yang belum melakukan sirkumsisi atau sunat.

Prof Andi Asadul Islam PhD MD, sekaligus Ketua PP Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Indonesia (PP IKABI), menjelaskan

tindakan sirkumsisi yang dilakukan pada orang dewasa.

Tindakan sirkumsisi pada dewasa menurutnya sama dengan anak-anak, hanya saja tindakan yang dilakukan cukup ekstra.

Tak hanya itu orang dewasa juga harus menahan ereksinya agar tidak terjadi pendarahan akibat jaitan yang terlepas.

“Kita tahu kalau pria dewasa setelah dewasa dia harus istirahat atau cuti ereksi, karena kalau sampai terjadi ereksi jahitan bisa

terbuka dan terjadi pendarahan. Serta jangan melakukan hubungan seksual selama empat pekan,” kata Prof Andi saat acara

webinar bertajuk Menelisik Sunat Bagi Pria Dewasa, Kamis (8/4/2021).

Prof Andi juga menyampaikan antisipasi terjadinya jahitan robek, maka dilakukan edukasi bagi pasien, seperti menjaga

kebersihan luka dan puasa ereksi khususnya pada minggu pertama pasca sirkumsisi.

Gula darah juga menjadi hal penting untuk dikontrol sebelum melakukan sirkumsisi.

"Hipertensi tidak terlalu berpengaruh tapi gula darah itu memang riskan apalagi kalau sampe belum kering udah ereksi,"

ucapnya.

Dirinya juga menyarankan untuk menggunakan metode konvensional untuk meminimalisir risiko dan aman.

Manfaat sunat atau sirkumsisi bagi kesehatan tidaklah sedikit, antara lain menurunkan risiko terjadinya penyakit menular

seksual dan infeksi saluran kemih.

Sirkumsisi adalah proses pelepasan kulup atau kulit (preputium) yang menyelubungi ujung Mr. P atau penis.

Tak hanya pada orang dewasa dan anak-anak, sunat atau sirkumsisi juga bisa dilakukan terhadap bayi.

Di Indonesia, proses ini umumnya dilakukan saat anak laki-laki memasuki usia sekolah dasar atau sekitar 5–12 tahun.

Menurut Prof Andi Asadul Islam sirkumsisi memiliki beberapa manfaat di antaranya :

Melakukan Pembersihan Lebih Mudah

Sirkusmsisi dapat mempermudah seorang pria khususnya membersihkan daerah mr.p, khususnya daerah preputium (kulup).

Menurunkan Risiko Infeksi Saluran Kemih

Risiko saluran kemih pada pria rendah, tetapi infeksi ini lebih sering terjadi pada pria yang tidak disunat.

Penuruan Infeksi Menular

Pria yang disirkumsisi memiliki risiko yang lebih rendah terhadap infeksi menular seksual tertentu, termasuk HIV.

Menurunkan Risiko Kanker Penis

Meskipun kanker penis jarang terjadi, namun lebih jarang terjadi pada pria yang disunat.

Selain itu kanker serviks lebih jarang terjadi pada wanita yang pasangan seksual nya sudah disirkumsisi.

Meningkatkan Perfoma Seksual

Sirkumsisi pada pria dewasa mempengaruhi perfoma seksual, salah satunya memperpanjang waktu tercapainya ejakulasi.

Meningkatkan Fungsi Seksual

Fungsi seksual sebelum dan setelah sirkumsisi pada pria dewasa tidak berubah.

Bahkan, angka disfungsi seksual pada pria yang telah disirkumsisi lebih rendah jika dibandingkan dengan pria yang tidak disirkumsisi.

Meningkatkan Kepuasan Sekual Pasangan

Menurutnya, dari beberapa penelitian yang dilakukan, pria dewasa yang sudah disirkumsisi juga mampu meningkatkan kepuasan seksual pasangan wanitanya.

Jadi sirkumsisi menurutnya banyak sekali memberikan manfaat bukan hanya dalam soal kesehatan pribadi dan pasangan, namun memberikan kepuasan tersendiri pada pasangan.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pria Dewasa yang Sunat Tak Boleh Berhubungan Suami Istri Selama 4 Pekan, Jahitannya Akan Robek

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved