Belajar dan Aktif di Kelas Jadi Kunci Zissi Raih IPK 3,9 Tertinggi UBB
Dengan senyuman semringah Zissi Maharesy mengutarakan perasaannya saat berhasil meraih IPK 3,9 tertinggi.
Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: M Ismunadi
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dengan senyuman semringah Zissi Maharesy mengutarakan perasaannya saat berhasil meraih IPK 3,9 tertinggi.
Manakala ia juga menjadi satu di antara wisudawan lulusan terbaik Universitas Bangka Belitung pada wisuda ke XXII pada tanggal 31 Maret 2021 kemarin
Wisudawan Prodi Hukum ini tak pernah menyangka atau membayangkan bisa lulus dengan pujian dan IPK tertinggi.
Saat kuliah yang dilakukannya belajar dan mengikuti rangkaian kegiatan belajar mengajar dengan semestinya di kampus terpadu itu.
Anak bungsu dari tiga bersaudara ini mengaku bukan orang yang kutu buku alias rajin belajar seperti dibayangkan orang pada umumnya.
"Kalau ditanya giat agar dapat IPK tinggi sebenarnya tidak ada yang khusus, saya belajar itu tentu tapi sama kayak teman yang lain, ketika besok ujian, malam belajar tetapi kadang saya sering mengulang lagi pelajaran ketika selesai diberi materi kuliah," ujar gadis berusia 23 tahun ini saat Dialog Ruang Tengah di Kantor Bangka Pos, Rabu (7/4/2021).
Menurutnya, selain belajar, kehadiran, aktif memberikan argumentasi dan membuat tugas yang diberikan dosen juga menjadi point penting agar bisa mendapatkan nilai bagus.
"Dulu awal kuliah, IPK 3,8, saya rasa banyak teman yang IPK lebih tinggi waktu itu, pernah juga turun jadi 3,7, tak ada alasan kenapa turun, tiba-tiba nilai dapat segitu saja," kata Zissi.
Selain melakukan aktivitas perkuliahan, Gadis yang berasal dari Koba, Bangka Tengah ini juga aktif ikut berorganisasi seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum.
"Menurut saya, berorganisasi saat kuliah itu penting dilakukan, untuk mengembangkan diri, berinteraksi dan belajar mengatur waktu serta mencari pengalaman," kata Zissi.
Ia juga mengisahkan awal mula tertarik dengan jurusan hukum, hal itu karena sejak sekolah menengah atas, Zissi senang beragumentasi dan berbicara di depan umum.
"Jadi saya pilih hukum kemarin, rencana juga ingin bekerja di bidang hukum juga nantinya. Alhamdulillah juga semasa kuliah saya dapat beasiswa Bidik Misi," kata Zissi.
Rasa syukur terucap dari bibirnya, manakala beasiswa ini sangat berarti bagi dirinya, pasalnya dia terancam tak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi bila tak lolos seleksi beasiswa tersebut.
Ia berpesan agar mengutamakan pendidikan, walau tak mampu harus berusaha dan niatkan dengan baik untuk mengapai masa depan yang baik.
BIODATA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20210410_-zissi-raih-ipk-tertinggi-ubb.jpg)