Aburizal Bakrie, 'Ical' Akui Disuntik Vaksin Nusantara: Insyaallah Berhasil
Pria yang akrab disapa Ical ini menunjukkan sebuah plastik transparan. Dia menyatakan menjadi orang pertama yang disuntik vaksin Nusantara....
Aburizal Bakrie, 'Ical' Akui Disuntik Vaksin Nusantara: Insyaallah Berhasil
BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Aburizal Bakrie yang merupakan Dewan Pembina Partai Golkar menyatakan dirinya telah disuntik vaksin Nusantara yang digagas mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.
Adapun hal tersebut disampaikannya dalam sebuah sebuah video yang sudah dikonfirmasi.
Dalam video tersebut, pria yang akrab disapa Ical ini menunjukkan sebuah plastik transparan.
Dia menyatakan menjadi orang pertama yang disuntik vaksin Nusantara.
"Ini vaksin Nusantara, saya pertama kali, Insyaallah berhasil," kata Aburizal dalam video tersebut, seperti dilihat Tribunnews, Rabu (14/4/2021).
Baca juga: KKB Kembali Berulah, Kini Bumihanguskan Sekolah, dan Hujani Peluru ke Markas Koramil Beoga
Baca juga: Bukan Raffi Apalagi Atta, Ini Youtuber Indonesia Berpenghasilan Tertinggi, Capai Rp 6,86 M Per Bulan
Baca juga: Kendaraan Lapis Baja Pasukan AS Kawal Konvoi Truk Berisi Minyak Curian dari Suriah ke Irak
Diberitakan sebelumnya, vaksin Nusantara yang digagas Terawan belum bisa lanjut ke tahap uji klinis fase II oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Dokumen hasil pemeriksaan tim BPOM menunjukkan berbagai kejanggalan penelitian vaksin.
Misalnya tidak ada validasi dan standardisasi terhadap metode pengujian.
Hasil penelitian pun berbeda-beda, dengan alat ukur yang tak sama.
Selain itu, produk vaksin tidak dibuat dalam kondisi steril.
Catatan lain adalah antigen yang digunakan dalam penelitian tidak terjamin steril dan hanya boleh digunakan untuk riset laboratorium, bukan untuk manusia.
Baca juga: Acara Perpisahan SMA Mirip Diskotek, Ada Siswi Berpakaian Terbuka Joget Bersama, Panitia Diangkut
Baca juga: Raffi Ahmad Disusul Natiga ke ANTV, Ayah Rafathar Malah Tanya Nasib Stefan W ke Celine Evangelista
Baca juga: Perjalanan Jusuf Hamka Memeluk Islam, Dipaksa Detik Itu Juga Oleh Buya Hamka
Tertulis dalam dokumen tersebut, BPOM menyatakan hasil penelitian tidak dapat diterima validitasnya.
Dalam bagian lain dokumen disebutkan, uji klinis terhadap subjek warga negara Indonesia dilakukan oleh peneliti asing yang tidak dapat menunjukkan izin penelitian.
Bukan hanya peneliti, semua komponen utama pembuatan vaksin Nusantara pun diimpor dari Amerika Serikat.
"Bahwa ada komponen yang betul-betul komponen impor dan itu tidak murah. Plus ada satu lagi, pada saat pendalaman didapatkan antigen yang digunakan, tidak dalam kualitas mutu untuk masuk dalam tubuh manusia," kata Kepala BPOM Penny Lukito dalam rapat dengar dengan Komisi IX DPR RI yang disiarkan secara daring, Kamis (8/4/2021).
(*/ Tribunnews.com / chaerul umam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/14042021-dewan-pembina-partai-golkar-aburizal-bakrie-oke.jpg)