Asam Urat

Mengenal 7 Jenis Obat Asam Urat

Meski tidak dapat disembuhkan secara total, namun penyakit asam urat dapat dikendalikan dengan penanganan yang tepat.

Editor: suhendri
freepik
Ilustrasi obat 

BANGKAPOS.COM - Penyakit asam urat adalah salah satu jenis penyakit peradangan pada sendi.

Penyakit ini bisa terjadi secara tiba-tiba dan menyebabkan rasa nyeri serta pembengkakan pada sendi.

Dilansir dari alodokter.com, asam urat dapat menyerang bagian sendi mana pun pada tubuh.

Namun, kondisi ini lebih sering terjadi pada sendi di bagian ujung jari kaki dan jari tangan, pergelangan tangan, serta lutut.

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan kadar asam urat tinggi dalam tubuh, mulai dari konsumsi makanan dengan kadar purin tinggi, seperti jeroan, daging merah, dan makanan laut, gangguan metabolisme, pengaruh penyakit, seperti penyakit ginjal dan penyakit tiroid, efek samping pengobatan jangka panjang, hingga kecanduan alkohol.

Meski tidak dapat disembuhkan secara total, namun penyakit asam urat dapat dikendalikan dengan penanganan yang tepat.

Cara utama untuk menangani asam urat adalah dengan obat-obatan.

Melansir Buku Asam Urat (2011) oleh Dr. Dr. Joewoo Soeroso, Sp.PD-KR, M.Sc., tujuan pengobatan asam urat ada dua, jangka pendek dan jangka panjang.

Tujuan jangan pandeknya, dengan pemberian obat, untuk mengurangi nyeri dan menghilangkan bengkak.

Adapun tujuan jangka panjangnya, obat untuk menstabilkan kadar asam urat dalam darah.

Pengobatan jangka pendek dapat dilakukan dengan pemberian obat-obatan antinyeri, seperti OAINS atau obat-obatan antiinflamasi non steroid.

Untuk pengobatan asam urat jangka panjang, bisa diberikan obat-obatan yang berfungsi menghambat kerja xanthine ozidase, misalnya inhibitor xanthine oxidase (IXO) atau obat yang meningkatkan ekskresi asam urat melalui urine yakni urikosurik.

Baca juga: Anda Penderita Asam Urat? Sebaiknya Hindari 12 Makanan Ini

Namun, perlu dipahami juga, bahwa obat tetaplah racun yang dosisnya disesuaikan supaya bermanfaat bagi tubuh.

Maka dari itu, mengonsumsi obat asam urat, jelas akan lebih baik jika berada di bawah pengawasan dokter.

Dokter bisa menyesuaikan dosis obat asam urat dengan gout yang dialami masing-masing orang.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved