Ramadhan 2021
Tidur Lebih Baik daripada Maksiat, Ini 4 Cara Ampuh Mengelola Hawa Nafsu di Bulan Ramadan
Salah satu hal yang membatalkan puasa adalah berhubungan suami istri saat masih berpuasa. Saat malam hari setelah berbuka tentunya hal ini tidak ...
Tidur Lebih Baik daripada Maksiat, Ini 4 Cara Ampuh Mengelola Hawa Nafsu di Bulan Ramadan
BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Selain wajib berpuasa umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak amal baik di bulan Ramadhan.
Seperti diketahui, bulan Ramadan adalah bulan istimewa bagi umat muslim.
Segala macam ibadah yang dilakukan di bulan Ramadan, maka pahalanya akan dilipatgandakan oleh Allah SWT.
Maka dari itu, selain wajib berpuasa umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak amal baik di bulan Ramadan ini
Namun terkadang masih ada saja sebagian dari kita yang tidak mampu menahan hawa nafsu, meski sedang berpuasa.
Baca juga: Simak, 6 Hal yang Membatalkan Puasa Ramadhan, Lengkap dengan Penjelasan Keutamaan Bulan Ramadhan
Menahan hawa nafsu memang bukan perkara yang mudah.
Rasulullah SAW sendiri pun mengatakan bahwa melawan hawa nafsu adalah jihad paling sulit dibanding melawan musuh atau orang-orang yang ingin menghancurkan islam.
Oleh karena itu, bulan Ramadan adalah waktu bagi kita untuk melatih dan mengendalikan hawa nafsu yang ada di dalam diri..
Dirangkum TribunJakarta dari berbagai sumber, berikut pengertian serta cara ampuh mengelola hawa nafsu di bulan Ramadan
Pengertian Menahan Nafsu di Bulan Ramadan
Menahan hawa nafsu di bulan Ramadan tentunya bukan perkara yang mudah.
Banyak yang menyalah artikan hanya sekedar tidak makan dan minum.
Baca juga: Hukum Berhubungan Suami Istri Siang Hari saat Ramadhan Versi Buya, Siapa yang Wajib Bayar Kafarat?
Akan tetapi dibalik itu semua menahan hawa nafsu saat ramadan memiliki arti pengelolaan.
Berikut adalah penjelasan mengenai menahan hawa nafsu di bulan ramadan.
1. Tidak Makan dan Minum
Saat berpuasa umat islam dilarang untuk makan dan minum dari mulai waktu subuh hingga waktu magrib.
Tentu saja Allah tidak memerintahkan manusia untuk tidak makan dan minum sama sekali.
Saat proses menahan lapar dan dahaga ini manusia diuji dan dilatih agar terbiasa untuk mengelola dirinya tidak makan dan minum, dan saat berbuka atau sahur tidak makan dan minum berlebihan.
Untuk itu, saat Ramadan kita dilatih dengan bentuk menahan lapar dan dahaga sehingga jika terbiasa manusia akan terbiasa untuk mengendalikan dirinya termasuk masalah emosi dan nafsu lainnya.
2. Tidak Berhubungan Suami Istri
Salah satu hal yang membatalkan puasa adalah berhubungan suami istri saat masih berpuasa.
Saat malam hari setelah berbuka tentunya hal ini tidak membatalkan.
Dengan berpuasa manusia dilatih untuk membiasakan diri menahan dirinya atas dorongan seksual yang muncul sehingga berharap tidak akan muncul perzinahan atau pergaulan bebas.
3. Tidak Emosi Berlebihan
Di bulan Ramadan, umat islam dilatih untuk terbiasa menahan emosinya tidak berlebihan.
Marah, menangis atau terlalu sedih membuat pahala puasa kita tentu akan berkurang.
Untuk itu, emosi berlebihan adalah hal yang dilarang saat berpuasa.
Dengan siang dan pagi hari kita terbiasa melatih diri menahan emosi, tentunya akan membuat kita juga melatih diri kita di bulan-bulan selanjutnya.
4. Mengisi dan Mengalihkan Nafsu dengan Ibadah
Saat bulan Ramadan, ibadah-ibadah yang kita laksanakan tentu akan menambah pahala kita bahkan Allah melipatgandakan pahala kita.
Untuk itu, segala macam dorongan nafsu dan emosi kita saat bulan Ramadan tentu akan diganti dan diisi dengan ibadah.
Dengan begitu, amalan kita semakin banyak dan menghindarkan dari perbuatan maksiat.
Cara Agar Mampu Mengelola Hawa Nafsu di Bulan Ramadan
1. Membuat Target Selama Bulan Ramadan
Untuk bisa mengalihkan atau menahan hawa nafsu, maka hendaknya kita membuat target selama bulan Ramadan.
Dengan target atau tujuan yang dimiliki kita akan lebih fokus pada hal target tersebut dibanding dengan apa yang kita inginkan atau dorongan hawa nafsu yang hadir.
2. Berkumpul dengan Orang-Orang Soleh
Berkumpul dengan orang-orang soleh adalah hal yang bisa mengondisikan diri kita secara praktis untuk mengalihkan diri dari dorongan hawa nafsu.
Dengan berkumpul bersama orang-orang soleh kita akan berdiskusi, berinteraksi, dan juga melakukan aktifitas yang juga mengandung kebaikan.
Berkumpul bersama orang-orang shaleh tentunya membuat kita juga terdorong dan lebih semangat untuk mengisi aktifitas kebaikan.
Dengan mereka juga kita akan saling mengingatkan dan saling menjaga dalam nilai-nilai islam.
Dengan begitu, kemaksiatan atau hawa nafsu tentunya akan terhalang oleh kebersamaan dengan orang-orang soleh.
3. Mengisi dengan Aktifitas Produktif
Untuk bisa mengelola hawa nafsu maka salah satu caranya adalah tidak mendekati hal-hal yang bisa membuat kita melakukan hal yang membatalkan puasa tersebut.
Untuk itu, kita harus mengisi aktivitas dengan hal-hal yang produktif, tidak berdiam diri, melamun atau pikiran kosong apalagi mendekati hal yang membatalkan puasa atau mengeluarkan hawa nafsu kita.
Dengan melakukan aktifitas produktif kita bisa mengalihkan dorongan hawa nafsu.
Apa yang kita pikirkan dan apa yang kita rasakan teralihkan dengan fokus yang beralih.
4. Tidur Lebih Baik dibanding Bermaksiat
Dalam sebuah hadist Rasulullah pernah menyampaikan bahwa ketika bulan Ramadan tidur seseorang pun bisa mendapatkan pahala kebaikan.
Hal ini tentu baik karena menjauhkan dari kemaksiatan.
Akan tetapi dibanding tidur tentunya ibadah dan amalan yang produktuf lebih baik.
Demikian 4 cara menahan hawa nafsu di bulan Ramadan, semoga membantu.
(*/ TribunJakarta /Muji Lestari)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/freepikcom-coba-ubah-menu-makan-malam-jika-sulit-tidur.jpg)