Kamis, 9 April 2026

Berita Pangkalpinang

Sekretaris Daerah Pangkalpinang Menangis Haru Mengenang Kasih Sayang Suaminya

Tangis Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang Radmida Dawam pecah saat mengenang kasih sayang suaminya tercinta Yanuar

Penulis: Andini Dwi Hasanah |
istimewa
Dialog Ruang Tengah bersama Bangka Pos, yang bertemakan Dengan Semangat Hari Kartini, Tingkatkan Pemberdayaan Perempuan, Rabu (21/4/2021) bersama Sekretaris daerah Kota Pangkalpinang Radmida Dawam. (Ist/Humas Pemkot) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA-- Tangis Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang Radmida Dawam pecah saat mengenang kasih sayang suaminya tercinta Yanuar dalam perbincangan Dialog Ruang Tengah bersama Bangka Pos diperingatan Hari Kartini, Rabu (21/4/2021).

Tangis haru Radmida itu tak bisa lagi ia bendung saat menceritakan begitu sayangnya ia dengan sang suami, dan ia selalu menyempatkan kesibukannya tetap bersama keluarga.

Meskipun selalu sibuk dengan pekerjaan  sebagai panglima ASN dipemerintah Kota Pangkalpinang, hingga menjadi dosen ilmu hukum diperguruan tinggi swasta di Pangkalpinang, bagi Radmida waktu luang bersama keluarga adalah hal yang sangat penting harus ia manfaatkan.

Bahkan saat bulan ramadhan Radmida selalu menyempatkan untuk pulang kerumah sebelum pukul 17:00 WIB, agar dirinya masih bisa menyiapkan makanan berbuka puasa untuk suaminya.

Tak lagi ada anak-anak di rumah, Radmida dan suami Yanuar hanya tinggal berdua saja di rumah sebab sang anak-anak ada di Kota Bandung.

Kata Radmida, meskipun dengan begitu banyak agenda pekerjaan di luar rumah, ia dan suami masih kerap kali janjian bertemu di luar untuk makan siang bersama atau hanya sekedar jalan-jalan saja.

"Saya pulang kerja paling cepat pukul 17:30 WIB, kadang selepas isya saya baru pulang nah suami saya kadang yang menjemput, jadi sopir saya suruh pulang karena saya mau pulang bersama suami, dan pulangnya bukan langsung pulang kerumah tapi kita jalan-jalan dulu," kata Radmida.

Menurutnya, sehabat apapun perempuan di luar didalam rumah tangga kepala keluarga itu tetap suami, ia selalu berusaha tak ingin menyakiti hati suami kalaupun ia merasa menyakiti hati suaminya beberapa waktu kemudian ia langsung minta maaf.

Tak hanya itu, Radmida menyebutkan, ia punya kebiasaan sejak menikah sebelum tidur malam selalu mencium tangan suaminya, meskipun suaminya sudah tidur.

Hal ini ia lakukan lantaran takut tidak lagi dibangunkan dari tidurnya.

"Saya ambil tangannya saya cium lalu saya ngomong minta maaf meskipun dia sudah tidur tetep saya tarik tangannya itu setiap hari saya lakukan. Alhamdulillah saya dapat suami yang mengerti saya, saya merasa berdosa juga banyak sekali waktu saya di luar tapi suami saya mau ikut kalau saya ada kegiatan dan dia mengerti," ujar Radmida sambil tersedu-sedu menangis haru mengisahkan suaminya itu.

Dia menuturkan, tiap malam jika tidak ada agenda pekerjaan ia selalu ingin ada di rumah bersama suaminya.

Bahkan bulan ramadhan ia selalu menyempatkan pulang lebih cepat dari biasanya, agar ia bisa menyiapkan makanan buka puasa bersama dengan suami.

"Saya selalu menyempatkan waktu untuk menyiapakan buka puasa bersama, sampai sahur itu saya lakukan sepenuh hati untuk menutupi kesalahan kita selama ini yang banyak sekali, dan banyak kebersamaan tidak bisa dilakukan bersama dengan suami," sebutnya sembari menyeka airmatanya yang turun ke pipi.

"Setiap pergi kerja saya juga selalu mencium tangannya, karena saya takut kalau kerja itu tidak pulang lagi dan saya belum punya kesempatan untuk minta maaf," tambahnya.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved