Jumat, 24 April 2026

Ramadhan 2021

Bacaan Dua Doa Buka Puasa di Ramadhan, Beserta Amalan Sunah Berbuka dengan Kurma

Sebagian ulama dari Madzhab Imam Syafi'i lalu mengambil jalan tengah dengan menggabungkan dua doa tersebut sehingga doa buka puasa Ramadan menjadi...

Andini Dwi Hasanah
Pemerintah Kota Pangkalpinang (Pemkot) menggelar acara buka puasa bersama dilanjutkan dengan Tarawih dalam rangka peringatan Nuzulul Qur’an Tahun 2021/1442 H di rumah dinas Wali Kota Pangkalpinang, Rabu (28/4/2021) 

Bacaan Dua Doa Buka Puasa di Ramadhan, Beserta Amalan Sunah Berbuka dengan Kurma

BANGKAPOS.COM -- Hari ini, Kamis 29 April 2021, tak terasa umat mulsim sudah memasuki hari ketujuhbelas Ramadhan 1442 H. 

Sebelum berbuka, sangat dianjurkan membaca Doa Buka Puasa, apalagi yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW, termasuk saat Ramadhan 1442 H. 

Bagi umat Islam, berbuka adalah saat kebahagiaan itu datang karena larangan yang berlaku seperti makan dan minum telah berakhir dengan tibanya waktu buka yang ditandai dengan adzan magrib.

Sebelum mencicipi minuman atau makanan ketika berbuka, muslim dianjurkan membaca doa buka puasa.

Dalam keterangan hadis ada 2 doa buka puasa yang masyhur di kalangan masyarakat umum.

Baca juga: Tanda Datangnya Malam Lailatul Qadar di 10 Terakhir Ramadhan 2021, Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Doa buka puasa pertama adalah dari hadis Rasulullah yang diriwiyatkan dari Abu Dawud. Bunyi doanya seperti ini:

ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله

Bacaan latin: Dzahaba ddhoma'u wabtallatil uruqu watsabbatil ajru insya Allah.

Artinya: Dahaga telah pergi. Urat-urat telah basah. Dan insya Allah pahala sudah tetap.

Doa buka puasa kedua berasal dari hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim yang bunyinya:

للّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Bacaan latin: Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamar roohimiin

Artinya:

"Ya Allah karanaMu aku berpuasa, denganMu aku beriman, kepadaMu aku berserah dan dengan rezekiMu aku berbuka (puasa), dengan rahmat MU, wahai Allah Tuhan Maha Pengasih."

Lalu mana yang benar diantara kedua doa tersebut. Tidak ada yang salah dari dua doa yang sama-sama memiliki riwayat dari hadis Rasulullah SAW.

Baca juga: Bacaan Niat dan Tata Cara Sholat Lailatul Qadar, Dikerjakan 10 Hari Terakhir Ramadhan, Ini Daftarnya

Sebagian ulama dari Madzhab Imam Syafi'i lalu mengambil jalan tengah dengan menggabungkan dua doa tersebut sehingga doa buka puasa Ramadan menjadi seperti ini:

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله

بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Itulah tentang doa buka puasa Ramadan sesuai dengan apa yang pernah dicontohkan Rasulullah, diriwayatkan oleh para sahabat dan ahli hadist lalu menjadi masyhur di tengah masyarakat.

Selanjutnya ada beberapa hal yang menjadi sunnah dalam berbuka di antaranya:

1. Menyegerakan Berbuka

2. Berbuka dengan Kurma atau Air (Makanan Manis)

3. Tidak Berlebihan dalam Berbuka

Daftar Negara yang Miliki Durasi Waktu Puasa Ramadan Terpendek dan Terlama, Ada yang Sampai 20 Jam

Baca juga: Kenali Datangnya Malam Lailatul Qadar di Ramadhan 2021, Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Tahun 2020 ini, semua umat muslim di seluruh dunia melaksanakan ibadah puasa Ramadan di tengah-tengah pandemi virus corona Covid-19.

Di beberapa benua, ada negara yang waktu puasanya hanya 11,5 jam

Namun, ada pula yang waktu berpuasanya sampai 20 jam.

Perbedaan durasi puasa tersebut bergantung pada kapan matahari terbit dan kapan matahari terbenam.

Kemiringan sumbu bumi yang mengubah posisi matahari di langit, menyebabkannya waktu siang yang berbeda-beda di belahan dunia.

Pada bulan-bulan musim panas, waktu antara matahari terbit dan terbenam lebih lama.

Hal itu memperpanjang waktu yang dibutuhkan bagi umat Islam untuk berpuasa.

Di musim dingin, umat muslim menikmati berbuka puasa yang sedikit lebih pendek.

Setiap hari, matahari terbit dan terbenam sedikit lebih awal, menyebabkan jam puasa berubah beberapa menit.

Tahun ini, bulan Ramadan jatuh antara bulan April dan Mei.

Beberapa muslim di beberapa belahan dunia akan berpuasa selama 20 jam.

Sementara yang lain akan berpuasa sekitar 11,5 jam saja.

(*/ BanjarmasinPost.co.id/ tribunpalu.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved