Mutiara Ramadhan
Kemenangan Hakiki adalah Dapat Mengendalikan Suasana Hati
Hari ini adalah hari yang paling bersejarah dan sekaligus paling bahagia bagi kita, karena kita ada yang sama diberi kesempatan untuk melakukan ibadah
- Berzikir, bersholawat di tiap malam terutama di 10 hari terakhir , di saat hari ganjil karena berharap kemuliaan malam lailatulqodar kita harapkan dan amalan-amalan apa saja, yang walaupun sangat kecil pastilah Allah ganjarkan dengan pahala yang berlipat lipat.
Sungguh semua Ini adalah sangat luar biasa.Walaupun Ramadhan kita ditahun ini belum dilaksanakan seperti biasa,masih ada keraguan akan syiarnya bahkan disana sini masih banyak pelarangan, dikarenakan ujian pandemi covid-19 yang melanda dunia saat ini, hingga negeri kita dan seluruh pelosok pelosak tanah air yang belum tuntas.
Sudah banyak korban yang berjatuhan, mulai dari pejabat hingga orang biasa, bahkan yang lebih miris ratusan tenaga medis, professor dan doctor kesehatan pun mengalami kematian dan kelemahan, serta tidak berdaya.
Sangat miris sekali dari apa yang terjadi, tetapi kita tidak boleh berkecil hati dan harus tetap optimis, maju bersama untuk melawan wabah ini dengan segala cara. Terutama berharap banyak dengan kekuasaan Allah yang menciptakan makhluk ini agar memberi hikmah dan pertolongan dari kejadian ini.
Seharusnya, dengan segala amal dan jaminan pengampunan dosa yang Allah berikan, maka selayaknya la kita akan mendapatkan kebaikan kebaikan yang luarbiasa yang kita sendiri tidak tahu allah berikan lewat apa,oleh siapa, kapan dan tempatnya dimana.
Allah berjanji akan memberikan kebaikan hidup kepada orang yang melakukan amal sholeh. Allah berfirman Surat An-Nahl ( QS(16):97), ”Man amila shaalihan min dzakarin wa unstsa wa hhuwa mu’minun falanuhyiyannahuhayaatan thayyibatan, walanajiyannahum ajrahum bi ahsani ma kaanu ya’maluun.”
Yang artinya Barang siapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah dikerjakan.
Hadirin tetapi hari ini, kenapa masih ada orang yang mereka sendiri sudah mekakukan itu semua, tetapi mereka sepertinya tidak merasakan apa yang sudah dijanjikan oleh allah.
Mereka terlena hidup kembali ke waktu jahiliayah, tidak suka ibadah, bahkan berbuat maksiat kembali, mereka minum, mereka berjudi, mereka ghibah, mereka berzina dan mereka berbuat kembali ke masa lalunya yang buruk menjauhi agama.
Jiwa dan hati mereka berlebur menjadi hitam kembali, seolah-olah kebaikan yang pernah dibuat tidak dirasakan apa apa.
Tentunya, ada hal yang harus kita pahami, kenapa setelah melakukan kebaikan bahkan kita panen amal melimpah ruah, tapi masih ternoda dan sempat untuk melakukan kemaksiatan kembali. Sudah barang tentu penyebabnya, adalah kita tidak bisa mengelola suasana hati yang sudah nyaman sebelumnya, sibuk dengan dunia dan melupakan kampung akhirat.
Pada hal puasa kita mengajak kita dengan nilai ruh yang membesarkan kehidupan alhirat, yang harus kita pahami bahwa yang paling mahal dalam hidup kita adalah ketentraman batin, kebahagian rohani jiwa kita, sebanyak apapun harta kita jika hati ini kesempitan, orang tidak akan pernah menemukan ketentraman, setinggi apapun jabatan, secerdas apapun otaknya, jika hatinya sempit, maka tidak akan menemukan kebahagiaan yang hakiki
Oleh karena itu puasa Ramadhan kita, sholat fardu, tarawih, sedekah, baca quran, zakat fitrah kita adalah bagian agar hati kita kita merasa tentram, ibadah ke Allah, dan yang yang menjadi kedamaian kita tidak sibuk dengan dunia yang hina ini.
Oleh karena itu dalam khutbah yang singkat ini, saya ingin menyampaikan, apa saja yang harus kita lakukan agar hati kita yag satu satunya ini menjadi Tentram selalu.
Ada 3 yang harus kita yakinkan agar hidup ini tentram dengan mengendalikan suasana hati kita :
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20210512-h-suhardan-ssos-skom.jpg)