Sabtu, 11 April 2026

Berita Pangkalpinang

Pelecehan Seksual Pada Anak Berdampak Psikologi, Ini 5 Hal yang Perlu Diperhatikan Terhadap Korban

Beredarnya video seorang pria dewasa melakukan pelecehan terhadap anak perempuan di Masjid Baitul Makmur

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: nurhayati
Bangkapos.com
Ilustrasi pemerkosaan atau pelecehan seksual 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Beredarnya video seorang pria dewasa melakukan pelecehan terhadap anak perempuan di Masjid Baitul Makmur Kecamatan Girimaya, Kota Pangkalpinang, Minggu (16/5/2021) lalu.

Pria tersebut berbuat tidak senonoh pada bocah perempuan itu, saat ikut salat Isya bersama ibunya. Kelakuan bejat pria itu terekam kamera pengawas atau CCTV masjid.

Menurut Dosen Prodi Psikologi IAIN SAS Bangka Belitung, Wahyu kurniawan, pelecehan seksual yang terjadi di rumah ibadah itu tentu saja akan memberikan dampak psikologis bagi korban.

Menurut Wahyu, biasanya anak-anak yang mengalami korban pelecehan seksual ini akan mengalami kecemasan, merasa kurang berharga, tidak nyaman, menarik diri.

"Ada belive tentang semestinya rumah ibadah sebagai tempat ibadah akan menjadikan anak akan merasa untuk takut datang kerumah ibadah. Namun tentunya hal semacam ini perlu dilakulan pemeriksaan intensif terkait apa saja yang dialaminya dan bagaimana kondisi psikologis anak ini," kata Wahyu kepada Bangkapos.com, Selasa (18/5/2021).

Wahyu mengatakan, paling tidak yang perlu di perhatikan bagi korban.

1. Perlu adanya semacam seks edukasi kepada anak-anak walaupun kita tau ditaman kanak-kanak sudah pasti diajarkan seks edukasi.

2. Perlu diajarkan keberanian menyampaikan hal atau berteriak ketika anak-anak diperlakukan tidak baik.

3. Membawakan anak ke psikolog tentang bagaimana membentuk ketahanan psikologis anak pasca menjadi korban.

4. Disarankan untuk tidak terlalu diekspos berlebihan tentang identitas anak dan kasus-kasus anak biarkan pihak yang berwajib yang mencari dan menindak.

5. Memberikan family support group pada anak tentu banyak lagi yang dilakukan tergantung dengan kondisi anak.

Lalu terkait pelaku, Wahyu menuturkan sudah dipastikan pelaku merupakan seseorang yang memiliki gangguan perilaku seksual menyimpang selain dari korbannya merupakan anak kecil.

"Semoga kejadian semacam ini tidak akan terulang kembali dan pelaku bisa ditemukan dan berharap kondisi yang ramah anak bisa segera didapat," sebutnya.

Menurutnya, videonyang beredar di social media hingga grup whastapp terkait pelecehan seksual terhadap anak perempuan di rumah ibadah tentu saja memberikan luka mendalam bagi semua pihak terkhusus bagi orangtua yang kini memiliki buah hati baik laki-laki maupun perempuan.

"Tentu saja hal ini memberikan rasa was-was pula bagi kita semua dimanakah kiranya tempat yang aman bagi anak-anak dan hal ini tentu akan memberikan citra yang buruk pula bagi anak-anak tentang rumah ibadah tidak lagi bisa memberikan rasa aman bagi mereka,"  ungkap Wahyu.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved