Kamis, 14 Mei 2026

Materi Belajar

Pengertian, Sejarah, Bentuk, Ciri-ciri, Sifat, dan Contoh Sajak Terlengkap Tahun 2021

Pengertian, Sejarah, Bentuk, Ciri-ciri, Sifat, Dan Contoh Sajak Terlengkap Tahun 2021

Tayang:
Penulis: Arya Bima Mahendra | Editor: Dedy Qurniawan
stkippgriponorogo.ac.id
Ilustrasi Sajak 

BANGKAPOS.COM - Pernahkah kamu mendengar tentang sajak?

Lantas apa yang kamu ketahui tentang sajak?Apa yang membedakan sajak dengan puisi?

Banyak orang beranggapan bahwa sajak sama dengan puisi.  Namun keduanya memiliki beberapa perbedaan.

Untuk lebih jelasnya, kami telah mengumpulkan sejumlah informasi mengenai saja.

Perhatikan penjelasan berikut! 

A. Pengertian Sajak

Menurut KBBI arti dari sajak itu sendiri adalah suatu karya sastra yang dalam penyajiannya berbentuk baris-baris yang terikat dan teratur.

Sajak adalah puisi Melayu moden yang berbentuk karangan berangkap, berbentuk bebas dan tidak terikat pada jumlah baris, perkataan sebaris, suku kata sebaris, rangkap, rima dan sebagainya.

Sekilas memang mirip ya, antara puisi dengan sajak namun, jika ditelisik lebih dalam sajak memiliki arti yang lebih spesifik dibandingkan dengan puisi. Bisa dibilang kalau puisi merupakan sastra yang menudungi sajak sementara sajak adalah suatu individu puisi.

Sekarang udah tahu kan bedanya, tapi masih penasaran ga sih sama sajak itu sendiri? Biar lebih jelas dan bisa paham sama “sajak” ini, mari tinjau lebih jelas yuk.

B.  Sejarah Sajak

Sastra di Indonesia mulai muncul sejak tahun 1920 dan terus berkembang hingga saat ini baik dalam bentuk ragam prosa maupun puisi. Sajak Indonesia modern pertama adalah sajak yang ditulis oleh M. Jamin atau Muhammad Yamin yang berjudul “Tanah Air”.

Namun, sebelumnya juga  sudah dikenal sastra Melayu lama yang berupa pantun dan syair. Pantun dan syair ini tergolong pada sastra tradisional atau konvensional.

Muhammad Yamin memasuki sajak-sajak tradisional dalam karya-karyanya. Hal ini kemudian diikuti oleh beberapa teman angkatannya dan membentuk era pujangga baru. Perkembangan angkatan pujangga baru mulai dari 1920-1942.

Pada periode ini terdapat 134 penyair yang berkontribusi memberikan karya terbaiknya. Beberapa karya  yang terkenal pada periode ini yaitu sajak “Nyanyi Sunyi” dan “Buah Rindu” karangan Amir Hamzah,  “Mudah Kelana” dan “Puspa Mega” karangan Sanusi Pane, dan “Gamelan Jiwa” karya Armijn Pane.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved